
Transaksi Uang Nontunai Terus Digencarkan

"Gerakan nasional nontunai yang sudah dimulai sejak tanggal 14 Agustus 2014 masih perlu terus disosialisasikan," kata Deputi BI Kanwil Wilayah V Jateng-DIY Marlison Hakim di Semarang, Rabu.
Salah satu upaya sosialisasi tersebut BI bersama Kementerian Tenaga Kerja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI melalui nota kesepahaman tentang peningkatan penggunaan transaksi nontunai dan perluasan akses keuangan dalam rangka penempatan dan perlindungan TKI.
"Kesepakatan tersebut sudah ditandatangani pada tanggal 16 Februari 2015. Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini merupakan langkah nyata dan awal untuk meningkatkan pemahaman para instansi yang terkait dalam rangkaian proses penempatan dan perlindungan TKI mengenai tujuan dan manfaat dilakukannya transaksi nontunai," katanya.
Secara umum, gerakan nasional nontunai tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pembangunan instrumen nontunai dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya.
untuk melancarkan penerapan tersebut BI berencana melakukan strategi pendekatan dengan melibatkan mekanisme antar Pemerintah dengan bank sentral negara lain.
"Tujuannya untuk membuka akses layanan nontunai melalui perbankan di negara tempat TKI Indonesia bekerja. Ke depan diharapkan TKI kita dapat menikmati peningkatan kesejahteraan dan martabat TKI," katanya.
Sementara iu, BI juga berencana meningkatkan kerja sama sejenis dengan pihak instansi Pemerintah lainnya agar layanan nontunai dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Melalui kerja sama yang erat dan komitmen bersama antara BI, Pemerintah, institusi terkait, dan pelaku industri sistem pembayaran diyakini akan meningkatkan penerimaan dan kepatuhan masyarakat akan penggunaan instrumen nontunai dalam aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
