Logo Header Antaranews Jateng

Surakarta Kejar Predikat Kota Layak Anak

Senin, 16 Februari 2015 11:42 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kampung ramah anak. (Foto ANTARA)
Tahun 2015 ini Pemkot Surakarta akan kembali menghadapi penilaian KLA, oleh sebab itu Pemkot terus berbenah dalam segala bidang untuk menyandang predikat KLA, kata Kabid Perlindungan Anak Bappermas, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berncana Pemkot Surakarta, Supraptiningsih di Solo, Senin.

Ia mengatakan untuk itu, penanganan diversi penting, sebab sebagai kota layak anak, pemerintah harus dapat melindungi kepentingan hukum anak.

Dikatakan, sehingga anak yang berhadapan hukum tidak mendapat tuntutan, namun dikembalikan ke masyarakat dengan berbagai kegiatan positif.

Lebih lanjut menurut Suprapti, permasalahan anak menjadi kompleks, sehingga tidak hanya dapat diselesaikan pemerintah namun juga peran keluarga sangat dibutuhkan.

"Anak-anak yang berurusan dengan hukum, akan dikembalikan pada masyarakat. Apalagi yang berusia di bawah 12 tahun tidak boleh dikenakan penuntutan. Untuk diversi seperti kasus kemarin yang dikabarkan mencuri, hukumannya diwajibkan untuk terus mengikuti shalat berjamaah," katanya.

Ia mengatakan untuk mendapat predikat KLA, kini terus mengevaluasi kekurangan saat penilaian pada 2013. Waktu itu kata Suprapti, permasalahan pada penilaian terletak pada kelayakan air dan banyaknya anak jalanan di Solo.

Permasalahan anak jalanan ini menurutnya menjadi faktor penghambat KLA, kendati mereka bukan berasal dari masyarakat Solo. Untuk itu pihaknya terus berkomunikasi dengan dinas terkait untuk penyelesaian anak jalanan dan bahkan dengan pemerintah daerah lainya.

Ia mengatakan pihaknya juga memberi sosialisasi ke kelurahan-kelurahan tentang hak anak, dan menggerakkan kegiatan forum anak agar lebih efektif.


Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026