
Toko Swalayan Terbesar di Cepu Terbakar

Keterangan yang dihimpun menyebutkan kebakaran hebat itu menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah karena sebagian besar barang di dalam toko ludes terbakar.
Aparat Kepolisian Resor Blora sampai saat ini masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. "Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran," kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Asnanto ketika dihubungi lewat telepon dari Kudus.
Untuk memastikan penyebab kebakaran, kata dia, akan didatangkan tim ahli. Kebakaran Toko Bravo terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Akibat kebakaran tersebut, kata dia, sebagian besar isi barang dagangan ludes. "Kalaupun ada barang dagangan yang selamat, jumlahnya tidak banyak," ujarnya.
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu, karena saat terbakar, toko dalam kondisi tutup. Sampai berita ini ditulis, petugas masih memadamkan bara api.
Sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, kata dia, di lokasi diterjunkan sejumlah personel kepolisian.
Meskipun swalayan tersebut mengalami kebakaran, beberapa pekerja tetap datang ke lokasi untuk mengetahui peristiwa tersebut.
Pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Randublatung Tambakromo, Cepu tersebut, dibangun pada 2010.
Bravo menyediakan berbagai barang untuk keperluan rumah tangga, antara lain pakaian, kosmetik, dan peralatan dapur.
Tim pemadam kebakaran yang diterjunkan, yakni dari Pemkab Blora, Pusdiklat Migas, BPBD, dan Pemkab Bojonegoro.
Anggoro, warga Cepu yang berada di lokasi kejadian mengatakan hingga saat ini masih muncul kepulan asap dari swalayan yang terbakar tersebut.
Peristiwa tersebut, kata dia, mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas hingga satu kilometer lebih karena banyak warga yang menonton proses pemadaman api.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
