
MEA Jangan Dilihat sebagai Forum Bersaing

"Kita harus melihat dari kerja sama. Jadi kerja sama itu bukan kerja sama untuk konspirasi apa-apa, tetapi kerja sama untuk dukung mendukung," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa.
Sri Edi Swasono mengatakan hal itu kepada wartawan usai menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-51 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Dengan demikian, kata dia, tidak boleh ada negara dengan ekonomi kuat seperti Singapura mencari kelengahan dan kelemahan Indonesia.
Menurut dia, ASEAN merupakan forum kerja sama dan bukan integrasi politik.
"Jangan sampai kerja sama dengan negara-negara ASEAN itu lalu memojokkan Indonesia. Tidak boleh anggota negara manapun termasuk Vietnam dan Timor Timur (Timor Leste) saling terpojokkan, masing-masing harus tetap tunduk pada konstitusinya, buat apa 'wong' kita merdeka enggak mengajak ASEAN kok, waktu kita merdeka, ASEAN enggak bantu kok," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.
Oleh karena itu, kata dia, kerja sama ASEAN harus menguntungkan Indonesia maupun negara lain.
"Tidak boleh gara-gara kerja sama ASEAN, Indonesia terpuruk, orang Indonesia tidak dapat pekerjaan karena yang masuk ke sini ada orang dari Filipina, Pakistan, atau Bangladesh yang pintar bahasa Inggris. Kenapa kerja sama harus membunuh diri sendiri," katanya.
Menurut dia, forum kerja sama dalam era MEA itu tidak boleh merugikan, tapi harus saling menguntungkan, saling dukung-mendukung, dan saling tolong-menolong.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
