Ibas—begitu EYB akrab disapa—menyempatkan diri turun ke sawah dengan ratusan petani sambil memanen padi yang telah menguning. Turut mendampingi Ibas, Bupati Pacitan H. Indartato, Camat Pringkuku Joko Suyono, Kepala Desa Gelinggangan, serta unsur muspida dan muspika setempat.


“Bapak-bapak dan ibu-ibu kelihatan senang dan sumringah, ya. Mungkin padinya sudah siap dipanen. Syukur Alhamudillah, semoga ketersediaan pangan di Pacitan terus terjaga dan kesejehteraan petani terus meningkat,” kata Ibas di sela kegiatan panen raya, Rabu (5/3).


Lebih lanjut Ibas berharap para petani padi di Pacitan bisa lebih bersinergi untuk merealisasikan target swasembada pangan, ketersediaan komoditas, dan stabilitas harga. Hal tersebut seiring akan datangnya musim kering pada beberapa waktu ke depan. "Paling tidak, para petani bisa berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penyediaan pompa air ketika menghadapi iklim kering," ujarnya.


Ibas optimistis petani padi di lahan tadah hujan seperti di Desa Gelinggangan tersebut punya semangat tinggi dan langkah-langkah solutif dalam menghadapi persoalan iklim yang tidak menentu, termasuk kemungkinan terjadinya musim kering. "Untuk itu, ke depan, saya harap pemerintah, khususnya dinas-dinas teknis dapat bersinergis dengan para petani mengantisipasi perubahan iklim," harap Ibas.