"Setelah kami berkoordinasi dengan Balai Konservasi Borobudur, mulai Rabu (26/2) Candi Borobudur dibuka secara normal untuk para wisatawan," kata Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Laily Prihatiningtyas di Magelang, Selasa.

Setelah dilanda hujan abu vulkanik Gunung Kelud pada Jumat (14/2) Candi Borobudur ditutup total untuk kunjungan wisatawan. Kemudian pada Rabu (19/2) wisatawan bisa masuk dengan akses terbatas di zona II, selanjutnya pada Jumat (21/2) pengunjung bisa naik candi hingga lantai II.

"Setelah keseluruhan candi dibersihkan dari abu vulkanik, pada Rabu pukul 08.30 WIB pengunjung bisa naik Candi Borobudur hingga lantai paling atas," katanya.

Laily mengatakan, untuk operasi normal Candi Prambanan dan Situs Kraton Ratu Boko akan dibuka pada Jumat (28/2).

Ia menuturkan, dengan dibukanya kembali akses bagi wisatawan secara normal ini pada prinsipnya PT Taman Wisata Candi siap untuk menerima kunjungan wisatawan menuju Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko dan akan memberikan pelayanan secara penuh.

"Sehubungan dengan hal tersebut harga tiket masuk yang selama tanggap darurat diskon 30 persen akan diberlakukan harga normal kembali," katanya.

Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo, menuturkan pembersihan Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Kelud semula ditarget selesai dalam waktu 10 hari, namun bisa diselesaikan dalam waktu delapan hari.

"Pembersihan candi dari abu vulkanik lebih cepat dari perkiraan semula karena didukung cuaca yang bagus, yakni hujan sering terjadi pada malam hari sehingga pada siang hari proses pembersihan bisa optimal," katanya.