Rupiah Menguat Jadi Rp12.170 per Dolar
Senin, 27 Januari 2014 10:35 WIB
Analis memperkirakan rupiah diperdagangkan di kisaran Rp12.150-Rp12.275 per dolar AS pada Senin (27/1). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
"Laju mata uang rupiah cenderung terbatas seiring terjadinya aksi jual asing di pasar saham," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.
Menurut dia, pelaku pasar mulai mengantisipasi lonjakan inflasi domestik setelah meluasnya bencana banjir yang dapat menganggu produksi dan distribusi barang-barang.
Di sisi lain, lanjut dia, melemahnya sejumlah mata uang negara-negara di kawasan Asia merespons perlambatan indeks manufaktur China dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan domestik.
"Diharapkan Bank Indonesia menjaga pergerakan mata uang agar tetap stabil," kata dia.
Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir menambahkan kekhawatiran akan terjadinya penarikan likuditas seiring dengan pengurangan program quantitative easing bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) dapat menahan gerak mata uang domestik meningkat.
"Faktor tersebut dapat membuat investor menjauhi aset beresiko," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, kekhawatiran investor terhadap potensi default Argentina dan memburuknya situasi politik di Thailand turut memberikan sentimen negatif pada rupiah.
Ia memperkirakan, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp12.150-Rp12.275 per dolar AS hari ini.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo ungkap negara tanggung penuh iuran JKN 96,8 juta bagi warga tak mampu
14 August 2026 16:54 WIB
Inilah Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPR (Bagian 2)
14 August 2026 15:57 WIB
Presiden Prabowo menargetkan 30 ribu koperasi desa beroperasi optimal akhir 2026
14 August 2026 15:45 WIB