"Ini yang saya harapkan. Memang beliau (Ganjar, red.) berada lama di legislatif, tetapi sekarang ini Mas Ganjar kan seorang eksekutif, gubernur (Jateng, red,)," katanya di Semarang, Selasa.
Hal itu diungkapkannya saat pertemuan Paguyuban Adiyuswa Semarang yang digelar untuk mengumpulkan masukan dari para tokoh sepuh terhadap kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Paguyuban Adiyuswa merupakan perkumpulan tokoh-tokoh di Semarang yang sudah berusia lanjut di atas 60 tahun, dengan anggota dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, pengusaha, dan TNI.
Beberapa tokoh tercatat sebagai anggota, antara lain Ketua Majelis Ulama Indonesia Jateng KH Ahmad Darodji, mantan Ketua PGRI Jateng Sudharto, dan diketuai mantan Rektor Undip, Prof Eko Budihardjo.
"Jangan sering berwacana. Dia (Ganjar, red.) sekarang seorang eksekutor karena duduk di eksekutif. Eksekutif itu tugasnya melakukan eksekusi," kata mantan Menteri Dalam Negeri tersebut.
Sebagai gubernur, kata Mardiyanto, Ganjar memiliki kekuatan dan kewenangan untuk mengelola anggaran yang dimiliki secara benar dan bertanggung jawab untuk membangun dan memajukan Jateng.
"Jangan sampai suasana politik dibawa terus. Saya katakan politik itu kalau sesuatu yang tidak profesional dan proporsional. 'Masa' urusan mobil (mobil dinas, red.) saja jadi ramai," katanya.