Dipo Alam: Indonesia Hijrah Dari Kehidupan Multikrisis
Selasa, 5 November 2013 15:56 WIB
"Alhamdulillah kita telah berhasil hijrah, meski kita akan selalu dihadapkan pada tantangan untuk lebih baik lagi, terutama dalam menghadapi tekanan ekonomi global," ujarnya sebagaimana dikutip laman Sekretariat Kabinet RI dalam memaknai 1 Muharram 1435 Hijriyah.
Memperingati Tahun Baru Islam hari ini, Dipo mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama umat Islam di Tanah Air memahami makna hijrah dari keterpurukan menuju kebangkitan, hijrah menjalani kehidupan yang duniawi dan spiritual yang lebih, serta hijrah menjadi manusia yang lebih menghargai sesama, dan lebih toleran terhadap yang lain.
Ia mengemukakan berbagai keberhasilan bangsa Indonesia, seperti menurunkan angka kemiskinan dari 17 persen (2004) menjadi 11,6 persen (2013), diikuti turunnya pengangguran dari 10 persen (2004) menjadi 5,92 persen pada tahun ini.
Selain itu, dikemukakannya, ada kenaikkan pendapatan per kapita dari 1.200 dolar Amerika Serikat (2004) menjadi 4.000 dolar AS, dan menempati peringkat ke-16 ekonomi dunia, dan masuk menjadi anggota kelompok 20 Negara (G-20).
"Itu adalah fakta adanya semangat mewujudkan semangat hijrah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk terus memperbaiki kehidupan di dunia," katanya.
Sekarang yang diperlukan, menurut dia, bangsa Indonesia juga dituntut untuk terus menapaki kehidupan yang lebih baik.
Ia bersyukur, karena pemerintah didukung dengan kekuatan para pemangku kepentingan lainnya, seperti legislatif, yudikatif, pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, dan tentunya rakyat memiliki semangat yang sama untuk terus menjadikan Indonesia yang lebih baik dari sekarang.
Oleh karena itu, ia berkeyakinan, sejumlah program pembangunan seperti Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menitikberatkan pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan konektivitas Nusantara akan bisa diwujudkan.
Meskipun, dia menambahkan, pemerintah hanya mampu menyediakan 12 persen saja dari seluruh anggaran yang diperlukan sekira Rp4.000 triliun.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jateng belum tetapkan status darurat bencana karena masih terkendali
13 January 2026 21:03 WIB
Anggota DPR serukan umat Kristiani berempati atas terjadinya bencana alam
20 December 2025 10:08 WIB
Wamensos: Penanganan bencana alam di Sumatra belum butuh bantuan internasional
19 December 2025 5:03 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017