"Mempertajam kepedulian sosial dan melahirkan solidaritas kepada sesama, sebagai sarana persatuan, kesatuan, dan ketahanan," katanya di Magelang, Selasa.

Salat Iduladha 1434 Hijriah di masjid terbesar kota setempat, kawasan Alun-Alun Kota Magelang, dijalani secara takzim oleh ribuan umat baik berasal dari daerah setempat maupun luar kota.

Ia mengatakan bahwa Allah SWT menyayangi umatnya sehingga umat juga harus menyayangi sesama makhluk ciptaan Allah.

Kasih sayang Allah kepada manusia, kata dia, dibuktikan dengan penggantian kurban Nabi Ibrahim kepada anaknya, Ismail, menjadi penyembelihan domba. Allah telah melihat ketakwaan Ibrahim kepada-Nya.

"Dengan diganti domba, membuktikan bahwa Allah menyayangi manusia," katanya.

Ia mengatakan bahwa ketakwaan umat Islam kepada Allah dapat dicapai melalui semangatnya berkurban untuk sesama.

"Maka, orang yang memiliki harta dan kekuasaan, serta kekuatan sosial harus memiliki kepedulian sosial, simpati kepada mereka yang lain," kata Nawaro yang juga bertindak sebagai imam pada salat Id di tempat itu.

Ia mengatakan bahwa Iduladha makin bermakna jika dijadikan kesempatan yang baik untuk introspeksi diri.

Pada Iduladha 1434 Hijriah di Masjid Agung Kauman Kota Magelang itu, petugas menyembelih 23 kambing dan enam sapi. Hewan kurban itu, antara lain berasal dari Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Kepala Kepolisian Resor Magelang Kota AKBP Tommy Aria Dwianto, dan beberapa umat setempat.

Umat Islam di berbagai tempat, baik di Kota maupun Kabupaten Magelang, juga melaksanakan salat Id dengan takzim dan menyembelih hewan kurban di lingkungan tempat tinggal masing-masing.