Pesta Kembang Api Buka SIPA
Sabtu, 21 September 2013 6:55 WIB
Penari asal Jepang Mami Ohishi dan Mio Nishioka yang tergabung dalam kelompok Kito Siopo tampil pada malam penutupan Solo International Performing Arts (SIPA) 2009 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Jateng, Senin (10/8) malam. Pergelaran Seni Pertu
Pergelaran seni pertunjukan yang disaksikann sekitar delapan ribu penonton tersebut dibuka oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif, Hari Untoro Dradjat, didampingi Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, dan anggota DPR RI Aria Bima.
Pergelaran di benteng yang merupakan cagar budaya tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan 16 delegasi seni budaya dari dalam maupun luar negeri.
Pada kesempatan itu, Hari Untoro Dradjat mengatakan bahwa penyelenggaran SIPA yang sudah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Solo tersebut merupakan ajang promosi melalui seni budaya yang harus terus dikembangkan.
Solo merupakan kota kreatif yang berbasis budaya karena ada produksi warisan budaya dunia berasal dari daerah ini, seperti batik, keris, wayang, juga Benteng Vastenburg yang digunakan untuk ajang menampilkan seni kreatif penyelenggara SIPA V ini.
Menurut dia, dengan penyelenggaran SIPA pihaknya berharap target kunjungan wisatawan asing sekitar 8,6 juta dan lokal 247 juta tahun ini dapat tercapai.
"Bentang Vastenburg merupakan warisan budaya yang harus dipertahankan dan kemudian dapat dikembangkan melalui penyelenggaran SIPA ini," katanya.
Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, menyambut baik diselenggarakannya SIPA karena dapat dinikmati masyarakat.
Selain itu, Rudyatmo juga berharap Benteng Vastenburg dapat dihibahkan ke Pemerintah Kota Surakarta untuk dilestarikan dan dikembangkan bagi kegiatan seni budaya.
SIPA V mengangkat tema "The Legend History of World Culture" dengan maskot Rachel Georghea Sentani, finalis Putri Indonesia 2012. Tema ini menyuarakan seni pertunjukan untuk kemegahan legenda budaya dunia itu.
Penampilan delegasi dari Sanggar Seni Tanadoang Kepulauan Selayar menjadi pertunjukan pembuka dan disusul asal penampil dari Swedia Virpi Pahkinen yang membawakan olah tubuh berjudul "Laba-Laba".
Keunikan olah tubuh Virpi bertolak dari olah hampir semua anggota badan untuk menggambarkan gerak gerik laba-laba. Penampil ini mampu melipat kedua kaki dan tangganya menjadi satu bagian yang membentuk format menyerupai gerakan laba-laba.
Keunikan itulah yang menyebabkan ribuan penonton memberikan aplaus kepada penampil yang memiliki kelenturan tubuh istimewa itu.
Virpi sebelum menunjukkan kebolehannya menyatakan bangga bisa tampil di SIPA, apalagi SIPA merupakan kegiatan seni budaya yang sudah dikenal dunia.
Ia juga memberi apresiasi kepada masyarakat Solo yang memadati pembukaan SIPA.
"Saya kagum, penonton begitu banyak yang memberi apresiasi SIPA malam ini," katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Surakarta sebut pelestarian seni budaya perkuat nilai toleransi dan keberagaman
01 August 2026 21:16 WIB
Budayawan: 25 tahun Festival Lima Gunung menyumbang ilmu pengetahuan batin desa
05 July 2026 20:21 WIB
Terpopuler - Alfamart
Lihat Juga
Perayaan Tahun Baru, Pengunjung Objek Wisata Tawangmangu Pesta Kembang Api
01 January 2017 8:32 WIB, 2017
Sambut Tahun Baru, Boyolali Gelar Pertunjukan di 22 Titik Termasuk Godbless
29 December 2016 13:55 WIB, 2016