Dipo Alam: SBY Tak Cari Proteksi Politik
Kamis, 14 Maret 2013 11:13 WIB
"Aneh kalau ada pendapat miring dari pengamat seolah SBY mencari proteksi politik. Proteksi politik untuk apa," katanya di Jakarta, Kamis, menjawab pertanyaan mengenai pertemuan SBY dengan sejumlah jenderal purnawirawan pada Rabu.
Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi sebelumnya menilai pertemuan dengan para purnawirawan jenderal itu dinilai sebagai langkah politik SBY untuk jaminan proteksi setelah tidak lagi menjabat.
Menurut Dipo, pertemuan-pertemuan itu terkait dengan keberhasilan kinerja SBY selama memimpin Indonesia untuk dua periode kepresidenannya.
Sebagai Seskab, Dipo tahu persis betapa banyaknya permintaan itu, sehingga Istana mengatur pertemuan itu mengalami kesulitan juga, karena padatnya acara Presiden.
"Jadi saya heran kalau ada yang beranggapan miring, yang dikemukakan oleh pengamat dan politisi miring, bahwa SBY mencari proteksi politik, kini atau setelah tidak jadi Presiden. Proteksi untuk apa," tukas Dipo sekali lagi.
Sejak Dipo menjabat Seskab, ia melihat tamu-tamu negara yang ingin berjumpa SBY meningkat terus, baik yang mau berkunjung ke Jakarta atau mengundang SBY, serta meminta audiensi di sela-sela rapat-rapat G-20, Summits oleh PBB, OKI, ASEAN dan Asia Timur, dan lain lain.
Apalagi, katanya, menjelang masa akhir tugas Presiden SBY bulan Oktober 2014, semakin banyak permintaan itu dibanding dua tahun yang lalu. Bahwa menjelang Pemilu dan Pilpres 2014 suhu politik meningkat wajar saja.
"SBY sudah selesai masa kepresidenannya setelah 2014 dan tidak bisa dipilih lagi oleh UU. Jadi, segala isu miring yang ditujukan ke SBY, tidak ada gunanya. Bahkan sebaliknya, semakin banyak yang ingin bersilaturahmi," katanya.
Dipo mencatat tahun lalu saja tamu negara yang ingin jumpa dengan SBY hampir mencapai 50-an. Tahun ini lebih banyak lagi, apalagi yang di dalam negeri. Jadi yang mengakui kinerja SBY dan berharap dapat dilanjuti oleh Presiden mendatang, bukan saja Prabowo dan para jendral purnawirawan, tetapi pelbagai kelompok masyarakat dalam dan luar negeri.
"Jadi cobalah berfikir positif, jangan miring terus," demikian Dipo Alam.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jateng belum tetapkan status darurat bencana karena masih terkendali
13 January 2026 21:03 WIB
Anggota DPR serukan umat Kristiani berempati atas terjadinya bencana alam
20 December 2025 10:08 WIB
Wamensos: Penanganan bencana alam di Sumatra belum butuh bantuan internasional
19 December 2025 5:03 WIB
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017