Para pegiat komunitas anak muda Kota Atlas tersebut membagikan makanan kalangan vegetarian yang terbuat dari sayur-sayuran kepada masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Peterongan Semarang, Kamis.

Menurut koordinator acara Fikri Agung Saputra (25), pembagian makanan vegetarian itu dimaksudkan sebagai perlawanan politis melawan industri "fast food" yang menyajikan makanan yang tidak menyehatkan.

"Sumber daya alam di bumi ini sangat melimpah. Kenapa tidak dimanfaatkan? Bisnis 'fast food' hanya mementingkan aspek komersial tanpa melihat dampak kesehatannya bagi masyarakat luas," katanya.

Pembagian makanan vegetarian tersebut, kata dia, juga menjadi sikap protes terhadap industri daging yang tidak memihak masyarakat kecil sehingga dipilihlah sayuran yang kandungan gizinya tak kalah besar.