Itik di Kudus Positif Flu Burung
Rabu, 19 Desember 2012 18:22 WIB
ilustrasi
Kondisi itu diketahui menyusul temuan ratusan itik mati mendadak di Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Menurut Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Sa'adiyah, di Kudus, Rabu, laporan 700 itik mati mendadak tersebut diterima pada Kamis (13/12) lalu.
Atas informasi tersebut, petugas langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengetesan dengan "rapid test" atau alat tes cepat.
"Hasilnya, itik yang mati tersebut memang positif flu burung," ujarnya.
Selanjutnya, ratusan bangkai itik tersebut dikuburkan dan dilakukan sterilisasi kandang melalui penyemprotan disinfektan dan vaksinasi unggas guna memutus rantai penularannya.
Ia berharap, masyarakat proaktif melaporkan setiap ada kasus hewan ternak yang mati mendadak agar petugas bisa mengidentifikasi hewan unggas tersebut terserang virus flu burung atau tidak.
Di Desa Bulungcangkring, katanya, terdapat 10 peternak itik, sehingga kasus itik mati mendadak tersebut perlu menjadi pertimbangan peternak lain untuk lebih waspada.
"Momen tersebut, kami manfaatkan melakukukan sosialisasi kepada peternak maupun masyarakat yang memiliki ternak unggas tentang pencegahan maupun penanganan unggas mati mendadak," ujarnya.
Untuk memastikan itik mati mendadak tersebut positif AI, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Kudus mengundang Balai Penyidikan Penyakit Veteriner (BP2VT) Jateng dan Yogyakarta untuk menguji sampel itik yang mati mendadak tersebut.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026