Hadir pada peresmian penerapan kurikulum CNAP, Kamis, yakni Presiden Direktor Djarum Foundation Kudus Victor Rahmat Hartono, Enterprise Sales Director PT CISCO System Indonesia Catharina Hadiningtyas, Bupati Kudus Musthofa, Pimpinan wilayah Muhammadiyah Jateng Husman Thalib serta sejumlah pejabat Muspida.

Peresmian penerapan kurikulum CNAP ditandai dengan penandatanganan prasasti laboratorium SMK Muhammadiyah Kudus oleh Bupati Kudus, perwakilan dari PT CISCO System Indonesia dan Presiden Director Djarum Foundation.

Kepala SMK Muhammadiyah Kudus Purwanta Agung mengungkapkan, terima kasihnya kepada Djarum Foundation dan Cisco System atas penerapan kurikulum dari Cisco Academy di SMK Muhammadiyah Kudus. Selama ini, kata dia, bantuan Djarum Foundation kepada SMK Muhammadiyah Kudus juga cukup besar.

Bahkan, lanjut dia, peralatan yang ada di sekolah ini sebagian merupakan bantuan dari Djarum Foundation, termasuk peralatan pendukung penerapan kurikulum cisco academy.

Jumlah perangkat keras untuk mendukung kurikulum berstandar internasional tersebut, sebanyak 40 unit komputer dan sejumlah peralatan router cisco.

Kurikulum tersebut, katanya, akan dinikmati 239 siswa yang mengambil kompetensi keahlian teknik komputer dan jaringan (TKJ).

Sedangkan total siswa di SMK Muhammadiyah Kudus mencapai 915 siswa yang terbagi menjadi lima jurusan, yakni teknik kendaraan ringan (TKR), teknik audio video (TAV), TKJ, Multimedia (MM) dan teknik sepeda motor (TSM).

Beberapa siswa terbaik, katanya, akan disponsori untuk mengikuti ujian lanjutan untuk mendapatkan sertifikat Cisco Certified Network Associate, sehingga memiliki kesempatan yang lebih luas di dunia pendidikan.

Sementara itu, Enterprise Sales Director PT CISCO System Indonesia Catharina Hadiningtyas mengungkapkan, jumlah siswa yang mendapatkan kurikulum dari Cisco Networking Academy Program di seluruh dunia mencapai empat juta siswa.

"Hadirnya Cisco di Kudus, tentunya menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk menjadi lulusan terbaik yang mendapat pengakuan secara internasional," ujarnya.

Artinya, kata dia, lulusan SMK Muhammadiyah Kudus yang mengambil jurusan TKJ dan mendapatkan sertifikat Cisco memiliki standar kualitas lulusan yang sama di seluruh dunia.