Menurut penjaga stan "Senyum Ikhwah" Yassin Fatur Rizky di Semarang, Kamis, peminat novel islami atau bersifat keislaman sampai sekarang masih cukup banyak, termasuk di Kota Semarang, meski peminatnya tidak sebanyak di Yogyakarta.

"Kami menyediakan berbagai buku islami, mulai novel, hukum Islam, fikih, dan sunnah. Kebanyakan peminatnya saya rasa masih pada kalangan mahasiswa, terutama untuk jenis novel-novel islami," katanya.

Ia mengakui novel islami (sudah tidak "booming" lagi seperti dulu, namun sampai saat ini masih tetap banyak yang mencari novel-novel Islam, terutama pelajar dan mahasiswa meski tidak sebanyak dulu.

Novel-novel islami yang masih banyak dicari, kata dia, kebanyakan yang ditulis novelis yang sudah punya "nama", seperti Habiburrahman El Shirazy dengan "Bumi Cinta", "Ketika Cinta Bertasbih", atau karya novelis Tere-Liye.

"Dalam sehari, setidaknya mampu terjual 40 buku islami berbagai jenis. Mulai pamerannya kan kemarin (28/11), hari ini juga banyak yang membeli. Kalau dihitung omzet saya sehari kemarin sampai Rp2 juta," katanya.

Yassin menyebutkan harga buku juga bervariasi bergantung jenis dan penerbitnya, misalnya buku peraturan dan hukum Islam antara Rp40-50 ribu/buah, sementara satu paket buku fiqih bisa sampai Rp499 ribu/buah.

Senada dengan itu, penjaga stan penerbit buku Islam "Gema Insani Pers" Rizki Widiani mengatakan peminat buku-buku islami cenderung merata, mulai kalangan orang tua, kemudian pelajar, dan mahasiswa.

Ia mengungkapkan segmentasi buku memang disesuaikan dengan usia, misalnya peminat buku islami tentang keluarga, fikih, ensiklopedia, tafsir, dan sejarah Islam yang kebanyakan kalangan orang tua.

Namun, kata dia, tidak jarang kalangan pelajar dan mahasiswa yang juga mencari buku-buku semacam itu, tetapi kebanyakan memang mencari buku yang materinya lebih ringan dan tidak terlalu berat.

"Peminat buku islami di Semarang ternyata cukup besar. Pada penyelenggaraan pameran ini yang dimulai Rabu (28/11) lalu, omzet penjualan buku yang saya dapat bisa mencapai sekitar Rp3 juta sehari," katanya.

Terlebih lagi, kata dia, masyarakat memang lebih memilih membeli buku saat ada pameran karena banyak yang didiskon, dan pilihannya banyak karena banyak penerbit yang membuka stan di pameran.

Pameran buku "Pesta Semarang Sejuta Buku 2012" berlangsung di Gedung Wanita Semarang mulai 28 November-4 Desember 2012.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026