Jenazah terduga teroris setelah tiba di kampung halamannya langsung dibawa ke makam dusun setempat dan dishalatkan selanjutnya dimakamkan. Ibu kandung Wahyu yaitu Ny Wariyem tidak kuasa menahan kesedihannya saat jenazah anaknya dishalatkan.

Mobil ambulans yang membawa jenazah Wahyu, tiba di pemakaman Dusun Banaran, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar pukul 08.00 WIB, dan oleh warga setempat jenazah langsung dibawa ke lokasi yang telah dipersiapkan.

Pihak keluarga juga sempat membuka peti jenazah untuk memeriksa posisi jenazah, setelah itu jenazah dimaksukkan ke dalam liang lahat yang telah dipersiapkan.

Ratusan orang memadati makam Dusun Banaran, termasuk puluhan anggota ormas yang terus berteriak-teriak. Ibu kandung Wahyu yaitu Ny Wariyem tidak bisa menahan kesedihannya dan terus menangis selama jenazah anaknya dikebumikan.

Jenazah Wahyu yang diduga teroris yang meninggal akibat luka bakar terkena bom yang dirakit itu, diberangkatkan dari Jakarta pada Kamis (13/9) malam melawati jalur darat menempuh perjalanan sekitar 12 jam lebih.

Warga Dusun Banaran sudah bersiap sejak Kamis (13/9) malam dan liang lahat juga telah digali. Menurut kerabat Wahyu, yaitu Lukito Ribudiyanto, akhir-akhir ini Wahyu sulit dihubungi. Wahyu diketahui sempat pulang ke rumah enam bulan yang lalu dan setelah itu tidak pernah kelihatan lagi.

Setelah selesai pemakaman almarhum Wahyu, ayah kandung Wahyu yaitu Jatmiko terus berada di samping pusara anaknya dan melakukan doa untuk anaknya.

Terkait kasus yang menimpa anaknya tersebut Jatmiko menolak untuk diwawancari. Wahyu sempat dirawat di rumah sakit, sebelum akhirnya tewas akibat luka parah pada organ-organ tubuhnya.