Rupiah Menguat 27 Poin
Jumat, 7 September 2012 10:44 WIB
Ilustrasi (ANTARA/Rosa Panggabean)
"Pasar menyambut positif keputusan parlemen dan ECB (Bank Sentral Eropa). Penguatan rupiah terhadap dolar AS juga terbawa sentimen penguatan dari nilai tukar euro terhadap dolar AS," kata pengamat pasar uang Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih.
Ia menambahkan, ECB akan melakukan pembelian obligasi pemerintah di pasar perdana (Outright Monetary Transaction/OMT) meski kurang berjalan mulus.
"ECB harus tetap melalui mekanisme dana talangan yang sudah tersedia di UE seperti EFSF (European Financial Stability Facility) dan EMS (European Stability Mechanism)," katanya.
Namun demikian, lanjut dia, ECB memastikan untuk tetap membeli obligasi melalui pasar sekunder dan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 0,75 persen.
Rencana pembelian obligasi di pasar sekunder diharapkan bisa mengurangi tekanan jual dan menaikkan imbal hasil obligasi-obligasi pemerintah.
Sementara, dari dalam negeri, kata Lana, laporan World Economic Forum (WEF) yang memberi poin positif terhadap adanya kemajuan infrastruktur di Indonesia akan menjadi sentimen positif bagi nilai tukar dalam negeri.
"Infrastruktur harus ditingkatkan jika investasi diharapkan menjadi motor utama pertumbuhan menggantikan konsumsi masyarakat," katanya.
(KR-ZMF)
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga kapal TNI AL dilibatkan untuk pencarian lima jurnalis di Selat Sunda
10 September 2026 11:32 WIB
KPK menduga ada tarif tertentu untuk promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang
10 September 2026 10:40 WIB
Korps Marinir lintas negara mengasah kemampuan tempur di darat lewat SGS 2026
08 September 2026 15:56 WIB
Febrie Adriansyah diperiksa Tim 9 Kejagung terkait kasus korupsi dan TPPU
08 September 2026 10:55 WIB
Presiden Prabowo: Alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan
07 September 2026 14:38 WIB