Rupiah Menguat Lima Poin
Jumat, 6 Juli 2012 12:22 WIB
Ilustrasi (ANTARA/Rosa Panggabean)
"Rupiah menguat tipis didorong dari intervensi BI terkait adanya pemangkasan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB)," kata analis Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih.
Ia mengatakan, penurunan suku bunga ECB memberikan dampak terbatas karena ekonomi Uni Eropa (UE) sedang menuju resesi.
"Penurunan itu merespon pertumbuhan ekonomi UE yang terus melemah diikuti dengan naiknya tingkat pengangguran, rata-rata sebesar 11,1 persen untuk bulan Mei," katanya.
Ia memperkirakan, nilai tukar rupiah ada potensi pelemahan menuju kisaran Rp9.390 hingga Rp9.410 per dolar AS, kemungkinan BI mengintervensi pasar seperti biasa dilakukan pada akhir pekan perdagangan.
Sementara, analis dari Monex Investindo Futures, Johanes Ginting menambahkan, dari Eropa nilai tukar Euro tumbang terhadap dolar AS setelah ECB memangkas suku bunga acuan ke 0,75 persen dan menurunkan suku bunga deposito ke level nol guna membantu memerangi krisis hutang kawasan Euro.
"Keputusan kebijakan yang diambil juga kian memperlihatkan kekhawatiran ECB terhadap resiko melambatnya pertumbuhan dan kejatuhan ekonomi yang terlihat semakin nyata," katanya.
(KR-ZMF)
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejagung menetapkan 3 eks pejabat BGN sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG
03 June 2026 19:34 WIB