Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyapa massa aksi damai dari Tani Merdeka Indonesia dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) yang menggelar unjuk rasa mendukung ekonomi kerakyatan pada Rabu (20/5).
Keterangan Tim Media Presiden yang dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo Subianto menyapa mereka usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Saat melintas di kawasan depan parlemen, Presiden Prabowo tampak melambaikan tangan kepada peserta aksi yang berkumpul di sekitar Gedung DPR RI. Sapaan itu disambut antusias massa yang berasal dari berbagai daerah.
Kehadiran kepala negara di tengah peserta aksi tampak menjadi pemandangan yang tidak biasa, terlebih setelah dirinya mengikuti agenda kenegaraan di parlemen.
Aksi damai tersebut digelar Tani Merdeka Indonesia bersama APPSI dengan sekitar 3.000 massa ikut dalam aksi damai itu.
Peserta aksi terdiri dari petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, nelayan, mahasiswa, organisasi masyarakat hingga berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah.
Massa membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya sistem ekonomi yang memberi ruang lebih besar kepada masyarakat kecil untuk berkembang.
Mereka menyuarakan dukungan terhadap penguatan ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat bawah.
Wakil Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, Aiman Adnan dalam kesempatan itu menyebutkan pembangunan ekonomi nasional harus menghadirkan keberpihakan yang nyata kepada rakyat kecil.
Menurut Aiman, petani, pedagang pasar, nelayan, dan pelaku usaha kecil merupakan bagian penting dalam perekonomian Indonesia.
Kelompok tersebut membutuhkan perlindungan dan kesempatan yang sama agar mampu tumbuh di tengah persaingan ekonomi.
"Bagi kami, ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan kelompok besar atau segelintir orang. Petani, pedagang pasar, nelayan, UMKM, dan masyarakat kecil harus mendapat perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang," ujar Aiman Adnan.
Aiman menilai arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo memiliki kesamaan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan ekonomi sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan keadilan sosial.
"Kami melihat arah ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yaitu ekonomi yang dibangun dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial," katanya.
Aksi tersebut juga menjadi ruang penyampaian sikap Tani Merdeka dan APPSI terhadap sejumlah persoalan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat kecil.
Tani Merdeka Indonesia dan APPSI juga mendukung langkah pemerintah melawan praktik ekonomi yang merugikan masyarakat, termasuk monopoli, kartel, dan permainan harga yang berdampak pada petani maupun pedagang pasar.
Kelompok massa juga mendorong penguatan koperasi dan ekonomi desa. Koperasi dinilai dapat membuka akses modal, memperluas usaha, dan membantu petani serta pedagang memperoleh pasar yang lebih baik.
Baca juga: Prabowo panggil menteri bahas Badan Ekspor