Nabire (ANTARA) - Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengamankan 561 butir amunisi dan sejumlah barang bukti lainnya saat melakukan penindakan terhadap lokasi persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (Satgas Gakkum ODC) Kombes Pol IGG Era Adhinata di Nabire, Senin, mengatakan pada Minggu (1/3/) pukul 09.30 WIT tim gabungan TNI-Polri melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB Aibo Kogoya yang telah menyerang pos keamanan PT Kristalin di Nabire.

Dia menyebut lokasi persembunyian anggota KKB tersebut berada di kawasan hutan Nabarua, Kampung Kali Haparan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

“Saat tim gabungan ini mendekati lokasi itu, terjadi kontak tembak. Anggota KKB tersebut kemudian melarikan diri dan meninggalkan kamp,” ujarnya.

Dari lokasi tersebut, kata dia, aparat gabungan menemukan sejumlah barang bukti, antara lain 561 butir amunisi, uang tunai sebesar Rp79.700.000, serta 12 unit telepon genggam.

Selain itu, petugas juga menemukan dua unit telepon genggam milik korban penyerangan di pos PT Kristalin yang sebelumnya dilaporkan dirampas kelompok tersebut. Satu unit telepon genggam lainnya diduga milik pimpinan kelompok.

Menurut dia, seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan pantauan di lapangan Minggu (1/3), aparat TNI turut mengerahkan helikopter militer dalam operasi tersebut guna mendukung mobilitas dan pengamanan wilayah saat proses penegakan hukum berlangsung.

"Operasi akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari aksi kekerasan bersenjata di wilayah Nabire," ujarnya.

Baca juga: KKB tembak pesawat Smart Air, pilot dan co pilot tewas