"Selama ini kami melihat belum ada pusat oleh-oleh terlengkap yang ada di Kota Semarang, karena letaknya masih tersebar di beberapa titik," kata pemilik "Kampoeng Semarang" Wenny Sulistiyowati di Semarang, Selasa.
Menurut dia, potensi pariwisata Semarang sebenarnya sangat besar, mulai dari kuliner, produk-produk kerajinan, hingga oleh-oleh khas yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung ke Kota Lumpia itu.
Dengan pertimbangan itu, kata dia, terciptalah "Kampoeng Semarang" yang berkonsep menghadirkan beragam potensi unggulan dalam satu tempat yang dibangun dengan arsitektur yang menganut konsep natural atau alami.
Melalui "Kampoeng Semarang", ia mengatakan kalangan UKM juga digandeng untuk bisa memamerkan dan menjual produk-produk unggulan mereka melalui wadah tersebut, seperti batik Semarangan dan barang-barang kerajinan.
"Saat ini, kami sudah menggandeng beberapa UKM, seperti dua perajin batik dan tiga perajin 'handicraft'. Kami berharap bisa lebih banyak lagi kalangan UKM yang mau bergabung dan bekerja sama," katanya.
Ia menjelaskan, "Kampoeng Semarang" yang akan dibuka pada 10 Mei 2012 itu memiliki berbagai fasilitas, antara lain "We Be Fashion Bag" yang menyediakan beraneka macam produk tas buatan tangan sesuai selera.
Galeri batik, kata dia, menyediakan beragam motif batik Semarang, kemudian pusat sovenir yang memajang aneka kerajinan tangan, seperti kaos dan gantungan kunci, serta pusat oleh-oleh yang sangat lengkap.
"Untuk kuliner, kami menawarkan makanan khas Semarang, misalnya 'botok' yang kini mungkin sudah jarang ditemui. Beragam makanan khas dan tradisional itu kami sajikan di restoran dan cafe di sini," katanya.
Pemilik PT WeBe Inter Tirzada itu mengakui, pemilihan lokasi "Kampoeng Semarang" di kawasan Timur Semarang memang sempat dipertanyakan, mengingat selama ini kawasan itu dikenal kerap banjir dan lingkungannya kumuh.
"Justru saya ingin mengubah 'image' itu, kenapa hanya pusat kota saja yang dikenal. Daerah-daerah pinggiran juga harus bagus dan dikenal. Saya optimistis dengan perkembangan 'Kampoeng Semarang' ke depan," kata Wenny.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah BNI Semarang A.A.G. Agung Dharmawan pada kesempatan sama menyatakan, pihaknya sangat mendukung pengembangan "Kampoeng Semarang", terutama memajukan kawasan Timur Semarang.
"Kami siap memberikan 'support' untuk mengembangkan 'Kampoeng Semarang'. Apalagi, ini menjadi wadah kalangan UKM yang dikumpulkan untuk menawarkan produk-produk unggulannya yang menjadi khas Semarang," katanya.