Kepala SAR Semarang, S Riyadi di Magelang, Rabu, mengatakan, pelatihan diikuti 30 peserta berlangsung pada 25 - 28 April 2012 dipusatkan di Balai Desa Banyudono, Kecamatan Dukun.

Ia menyebutkan, 15 peserta berasal dari 15 kelurahan di Kecamatan Dukun, dua orang dari Koramil dan tiga dari Polsek Dukun serta sepuluh orang dari komunitas Guyub Rukun Handarbeni (Guruh) Merapi.

Riyadi menuturkan, tujuan pelatihan antara lain untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat di Kecamatan Dukun dan sekitarnya, terutama dalam bidang SAR.

"Setelah mengikuti pelatihan ini mereka diharapkan mampu menyelamatkan dirinya sendiri serta mentransformasikan ilmu maupun pengetahuannya kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing sehingga korban jiwa dan harta benda dapat diminimalisir jika terjadi bencana," katanya.

Ia menuturkan, materi yang diberikan dalam pelatihan antara lain sistem SAR, "Medical First Responder" (MFR) dasar atau pertolongan pertama, pengetahuan gempa dan penanganannnya, "Fire Emergencies" atau darurat kebakaran, kegunungapian, komunikasi SAR dan simpul dasar.

Menurut dia, kegiatan tersebut dilakukan di Kecamatan Dukun, karena termasuk daerah rawan bencana khususnya erupsi Gunung Merapi.