Solo (ANTARA) - Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus Ketua Tim Program Pendidikan Untuk Semua (PPUS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mendorong pendidikan IT berbasis deep learning dan bernilai humanis di Filipina.
Harun juga berkesempatan memberikan materi kepada para guru dan siswa sekolah menengah di Banga, Filipina, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, proses pendidikan harus dikemas secara holistik dan komprehensif, yakni menyatukan kecakapan hidup, keterampilan bermasyarakat, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan zaman.
Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan tetapi juga tumbuh rasa ingin tahu yang membangun semangat belajar secara menyenangkan.
“Pendidikan tanpa nilai, ibarat pohon tanpa buah, atau patung tanpa fungsi. Adanya seperti tiada,” katanya.
Ia menjelaskan teknologi informasi (IT) di tingkat sekolah menengah memiliki peran penting. IT bukan hanya diajarkan sebagai pengetahuan teknis tetapi juga dapat menjadi metode pembelajaran, sarana pengembangan diri, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, dikatakannya, literasi IT tidak cukup berhenti pada keterampilan mengoperasikan perangkat, melainkan harus membentuk kesadaran kritis, kemampuan reflektif, kolaboratif, serta daya cipta.
Lebih lanjut, Harun menekankan pentingnya pendekatan deep learning dalam literasi IT. Deep learning, katanya, tidak hanya dikenal sebagai istilah di dunia kecerdasan buatan, tetapi juga paradigma pendidikan yang menekankan pembelajaran bermakna, mendalam, dan kontekstual.
Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan juga kreator yang mampu menganalisis, memecahkan masalah, sekaligus mengembangkan solusi bermanfaat.
Namun, kecanggihan teknologi tetap harus ditempatkan dalam bingkai nilai humanis. Teknologi, menurutnya, harus diposisikan sebagai sarana untuk memperkuat solidaritas, memperluas akses pendidikan yang adil, serta menumbuhkan empati sosial.
“Literasi IT harus melahirkan generasi yang bukan hanya cakap secara teknis, tetapi juga bijak, berempati, dan bertanggung jawab,” tambah Rektor UMS itu.
Dalam acara yang dilaksanakan pada Rabu (20/8) itu, Harun menegaskan pendidikan literasi IT yang berorientasi pada deep learning dan humanisme merupakan kebutuhan mendesak.
“Dengan cara ini, generasi muda diharapkan tidak hanya pintar menguasai teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk memuliakan kehidupan dan memartabatkan peradaban,” katanya.
Rektor UMS dorong pendidikan IT berbasis deep learning dan bernilai humanis di Filipina
Minggu, 24 Agustus 2025 17:41 WIB
Rektor UMS yang juga sebagai Ketua Tim Pelaksana Program Pendidikan Untuk Semua (PPUS) Saat Memberikan Pendidikan Literasi IT Pendekatan Deep Learning dan Bernilai Humanis di Filipina, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-UMS
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kolaborasi UMS gandeng Aklan State University Filipina bahas strategi pengembangan SDM dan bisnis ASEAN
10 October 2025 16:40 WIB
STT Iman Jakarta buka peluang kuliah bagi keturunan Indonesia di Filipina Selatan
10 September 2025 18:36 WIB
Kunjungan FMSO Filipina ke UMS bahas beasiswa hingga program kelas internasional
20 August 2025 16:33 WIB
UMS tegaskan komitmen global di ICEDUALL ke-8 Filipina bahas pendidikan adaptif era AI
20 August 2025 16:25 WIB
Piala AFF, Shin Tae-yong janji kerja keras untuk hasil maksimal lawan Filipina
20 December 2024 20:00 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Lawan KBGO di era digital, Milad IMM Adam Malik dan IMM Averroes UMS gelar seminar edukasi
16 March 2026 15:01 WIB
Cegah cedera olahraga, Penjas UMS gelar International Guest Lecture bahas biomekanika
15 March 2026 20:38 WIB
Dekan SV Undip tekankan integritas dan profesionalisme pada first gathering BEM
13 March 2026 13:18 WIB