Semarang (ANTARA) - Bulog Cabang Semarang memastikan bahwa stok atau persediaan beras di wilayah tersebut sampai saat ini aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Stok beras di Semarang total sekitar 70.000 ton. Itu sangat cukup, minimal sampai satu tahun ke depan, bukan hanya akhir tahun," kata Pimpinan Cabang Bulog Semarang Rendy Ardiansyah, di Semarang, Minggu.

Hal tersebut disampaikannya saat peresmian Gerakan Pangan Murah melalui mobil Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) di Lapangan Bumirejo Semarang, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang.

Ia menjelaskan bahwa ketercukupan stok beras itu tidak hanya untuk Kota Semarang, tetapi juga untuk lima daerah lain yang menjadi naungan Bulog Cabang Semarang.

Bulog Cabang Semarang membawahi enam wilayah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Salatiga.

"Jadi kami cukup pede (percaya diri) dan untuk sampaikan ke masyarakat jangan panik bahwa stok beras sangat melimpah," katanya.

Diakuinya, harga beras selama dua bulan terakhir di pasaran memang meningkat jauh di atas harga eceran tertinggi (HET), tetapi sudah dilakukan intervensi oleh Bulog.

"Jadi, Perum Bulog mendapatkan tugas, instruksi dari pemerintah, melalui Bapanas (Badan Pangan Nasional) supaya menggelontorkan beras subsidi, yaitu beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke masyarakat langsung tanpa melalui perantara," katanya.

Penyaluran beras SPHP tersebut, kata dia, dilakukan langsung kepada masyarakat selaku konsumen akhir sehingga dipastikan tepat sasaran.

"Kami melakukan penyaluran SPHP ini langsung ke 'end user', ke konsumen akhir. Bukan untuk diperjualbelikan kembali. Sasaran kami memang kemarin itu di antaranya pasar tradisional, pasar rakyat, terus gerakan pangan murah, seperti hari ini," katanya.

GPM Serentak itu digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Perum Bulog di 1.530 titik rukun warga (RW) yang tersebar di Kota Semarang

Dalam pelaksanaan GPM itu, tersedia bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, yaitu beras SPHP sebanyak 75.545 kg, beras Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) sebanyak 2.000 kg.

Kemudian, minyak goreng sebanyak 300 liter, telur ayam ras sebanyak 300 kg, bawang merah sebanyak 200 kg, bawang putih sebanyak 200 kg, gula pasir sebanyak 200 kg.

Baca juga: Bulog Pati siapkan 22.301 ton beras untuk stabilisasi harga


Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026