BPBD: Waspadai Perkembangan Merapi
Rabu, 22 Februari 2012 18:21 WIB
"Kami meminta warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, terkait aktivitas Gunung Merapi pada cuaca ekstrim saat ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Hasanudin di Boyolali, Rabu.
Pihaknya mengharapkan, warga dapat mengambil langkah antisipasi penyelamatan jika terjadi sesuatu terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Merapi.
Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta dan Kantor Urusan Kegunungapian Pos Jrakah Selo Boyolali terkait kondisi terkini Gunung Merapi.
Hasil Koordinasi BPBD Boyolal dengan Kantor Urusan Kegunungapian Pos Jrakah belum alam ini, katanya, kondisi Gunung Merapi masih aktif normal.
"Memang ada sedikit peningkatan gempa baik gempa vulkanik maupun multiphase," katanya.
Kendati demikian, warga diminta tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan bencana. Warga tidak perlu resah karena pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo dan BPPTK Yogyakarta.
Selain itu, pihaknya juga meminta warga di lereng Merapi dan Merbabu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan tanah longsor. Hal itu sangat penting karena kondisi struktur tanah di Gunung Merapi yang meliputi Kecamatan Selo, Cepogo, Ampel, dan Musuk merupakan daerah rawan tanah longsor.
"Di daerah rawan itu, jika sewaktu-waktu terjadi hujan lebat dalam waktu cukup lama dapat mengakibatkan bencana," katanya.
Menurut dia, struktur tanah di lereng Merapi dan Merbabu berpasir dan bebatuan serta secara geografis bertebing sehingga mudah longsor jika terkena air hujan dalam volume besar.
Berdasarkan pemetaan BPBD, di wilayah Boyolali termasuk daerah rawan bencana tanah longsor, puting beliung, dan banjir.
"Kawasan rawan bencana tanah longsor di kawasan Merapi dan Merbabu antara lain di Kecamatan Ampel, Cepogo, Musuk, dan Selo. Daerah rawan bencana puting beliung antara lain di Kecamatan Kemusu, Karanggede, dan Andong," katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pati mulai kaji peningkatan status kekeringan untuk optimalkan penanganan
09 September 2026 15:44 WIB
PMI Cilacap salurkan bantuan tandon air untuk warga terdampak kekeringan
08 September 2026 16:29 WIB
BPBD Cilacap perkuat distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan
08 September 2026 14:10 WIB