Longsor di Bruno Purworejo, tiga warga ditemukan meninggal
Rabu, 20 November 2024 9:34 WIB
Tim SAR melakukan pencarian korban longsor di Bruno, Kabupaten Purworejo. ANTARA/HO - BPBD Purworejo
Purworejo (ANTARA) - Sebanyak empat korban tanah longsor di Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tiga di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Yeni Iswantini di Purworejo, Rabu, menyampaikan satu korban belum ditemukan adalah istri Subur.
Ia menyampaikan saat ini tim SAR tengah mencari korban yang belum ditemukan.
Longsor yang terjadi pada Selasa (!9/11) sore menimpa rumah milik Subur warga Dusun Peniron, Desa Plipiran, Kecamatan Bruno mengakibatkan empat orang anggota keluarga Subur tertimbun.
Para korban yang telah ditemukan meninggal dunia tersebut adalah anak dari Subur yang bernama Susanti (32) dan Refa Yamela, kemudian Mehrunnissa Reya Aresha (4) merupakan cucu dari Subur. Istri subur, Winda Wahyuningsih (38) saat ini belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR.
"Hari ini masih pencarian yang satu, istri Pak Subur, dalam pencarian korban kami membawa alat berat, karena kalau tidak dibantu menggunakan alat cukup berat," katanya.
Ia menuturkan ketiga korban langsung dievakuasi ke rumah sakit bersama tim inavis.
"Kemungkinan hari ini sudah dimakamkan, semalam ketemunya jam 24.00 lebih. Mudah-mudahan satu korban bisa ketemu secepatnya," katanya.
Ia menyampaikan tim SAR yang terlibat dalam pencarian korban sekitar 300 personel, antara lain dari BPBD Kabupaten Magelang, Kebumen, Temanggung, Wonosobo.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Yeni Iswantini di Purworejo, Rabu, menyampaikan satu korban belum ditemukan adalah istri Subur.
Ia menyampaikan saat ini tim SAR tengah mencari korban yang belum ditemukan.
Longsor yang terjadi pada Selasa (!9/11) sore menimpa rumah milik Subur warga Dusun Peniron, Desa Plipiran, Kecamatan Bruno mengakibatkan empat orang anggota keluarga Subur tertimbun.
Para korban yang telah ditemukan meninggal dunia tersebut adalah anak dari Subur yang bernama Susanti (32) dan Refa Yamela, kemudian Mehrunnissa Reya Aresha (4) merupakan cucu dari Subur. Istri subur, Winda Wahyuningsih (38) saat ini belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR.
"Hari ini masih pencarian yang satu, istri Pak Subur, dalam pencarian korban kami membawa alat berat, karena kalau tidak dibantu menggunakan alat cukup berat," katanya.
Ia menuturkan ketiga korban langsung dievakuasi ke rumah sakit bersama tim inavis.
"Kemungkinan hari ini sudah dimakamkan, semalam ketemunya jam 24.00 lebih. Mudah-mudahan satu korban bisa ketemu secepatnya," katanya.
Ia menyampaikan tim SAR yang terlibat dalam pencarian korban sekitar 300 personel, antara lain dari BPBD Kabupaten Magelang, Kebumen, Temanggung, Wonosobo.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
UMS lepas relawan psikososial ke Aceh Tamiang untuk dampingi korban banjir bandang
02 February 2026 18:44 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Wapres tinjau tanah gerak di Jangli Semarang, ingatkan utamakan keselamatan
15 February 2026 1:07 WIB
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB