BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY serahkan Paritrana Award 2024 ke 24 penerima
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno didampingi Kepala Kantor Wilayah Jateng DIY BPJS Ketenagakerjaan Isnavodiar Jatmiko dan Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz foto bersama penerima Paritrana Award 2023 kategori kabupaten/kota, di Semarang, Rabu (21/2/2024). ANTARA/Nur Istibsaroh
Penyerahan dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno didampingi Kepala Kantor Wilayah Jateng DIY BPJS Ketenagakerjaan Isnavodiar Jatmiko dan Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz.
Sebanyak 24 penerima tersebut terdiri dari delapan kategori yakni pemerintah kabupaten/kota; pemerintah desa/kelurahan; perusahaan skala menengah dan besar sektor keuangan; perusahaan skala menengah dan besar sektor perdagangan dan jasa.
Kemudian perusahaan skala menengah dan besar sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan; perusahaan skala menengah dan besar sektor pendidikan; dan perusahaan skala menengah dan besar sektor manufaktur dan konstruksi; serta kategori UKM.
Sumarno mengatakan penganugerahan Paritrana Award 2024 dimaksudkan untuk memberikan apresiasi dan sebagai motivasi agar jumlah masyarakat pekerja yang terlindungi oleh Program BPJS Ketenagakerjaan di Jateng terus meningkat.
"Hasil evaluasi ada peningkatan jumlah yang tercover (terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, red.). Konsep BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan berbeda. Kalau BPJS Kesehatan menjadi perhatian utama dari pemerintah untuk sektor kesehatan dengan UHC (universal health coverage) tinggal 6 daerah, sehingga mudah-mudahan tahun ini 100 persen UHC. Sementara BPJS Ketenagakerjaan ini butuh kepedulian banyak pihak tidak hanya dari pemerintah," kata Sumarno.
Apresiasi, lanjut Sumarno, diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota yang memberikan perhatian kepada para pekerja rentan bukan penerima upah (BPU) karena hal itu butuh perhatian dan kepedulian baik dari pemberi kerja juga stakeholder terkait untuk mengcover BPJS Ketenagakerjaan.
"Kita menangani masalah kemiskinan dan mereka yang tercover BPJS Ketenagakerjaan adalah mereka yang sudah terlepas dari kemiskinan. Jangan sampai kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja itu akhirnya mereka bergeser ke jurang kemiskinan. Ini menjadi perhatian kami, karena yang sudah lepas jangan sampai bergeser ke miskin," kata Sumarno.
Kepala Kantor Wilayah Jateng DIY BPJS Ketenagakerjaan Isnavodiar Jatmiko memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memiliki komitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja dan berharap bisa masuk sebagai penerima Paritrana Award tingkat nasional.
"Kita tidak boleh berpuas diri di tingkat provinsi. Jateng harus tampil sebagai pelopor bagaimana caranya menaikkan universal coverage di Jateng dan bagaimana agar daerah-daerah lain di luar Jateng belajar sama kita," kata Iko, panggilan akrab Isnavodiar Jatmiko.
Selama ini, kata Iko, Jateng selalu diidentikkan dengan upah minimum provinsi atau UMP yang rendah dan jika universal coverage menjadi salah satu panutan, maka investor masuk dan Jateng bisa menjadi salah satu prototype wilayah yang baik untuk Indonesia.
Iko menyebutkan ada tiga hal yang akan terus dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng-DIY dalam meningkatkan universal coverage yakni bersama Pemda menggalakkan kembali APBN dan APBD masuk ke desa juga kabupaten/kota, meningkatkan kepatuhan pekerja formal, serta memastikan adanya peningkatan pelayanan.
"Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan harus masuk ke desa. Jadi pelayanan, akses ke rumah sakit, dan pembayaran manfaatnya harus mudah," kata Iko.
Untuk 24 penerima tersebut yakni kategori kabupaten/kota (Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kota Tegal); pemerintah desa/kelurahan (Desa Wunut Klaten, Desa Tiparkidul Banyumas, dan Desa Balapulang Kabupaten Tegal); perusahaan skala menengah dan besar sektor keuangan (Bank Jateng, BPR Mandiri Artha Abadi, Multindo Auto Finance); perusahaan skala menengah dan besar sektor perdagangan dan jasa (Globalindo Intimates, Intrafood Singabera Indonesia, dan Wingtech Technology Indonesia).
Kemudian perusahaan skala menengah dan besar sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan (Kebon Agung Unit Pabrik Gula Trangkil, Toxindo Prima, dan Jaya Agritech); perusahaan skala menengah dan besar sektor pendidikan (ITTP, Yayasan Pangudi Luhur, dan Poltekkes Kemenkes Surakarta); dan perusahaan skala menengah dan besar sektor manufaktur dan konstruksi (Yeon Heung Mega Sari, Pungkook Indonesia One Grobogan, TI Matsuoka Winner Industry), serta UKM (Tulip Stars Bakery & Cake, Kue Pia King, dan Mubarokfood Cipta Delicia).
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan sosialisasikan jaminan sosial sektor jasa konstruksi
27 March 2026 9:07 WIB
"Employee Volunteering", BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda berbagi untuk masyarakat
17 March 2026 19:33 WIB
Ahli waris pekerja rentan di Surakarta terima santunan jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan
17 March 2026 19:02 WIB
Pekerja proyek jasa konstruksi di Kota Surakarta wajib terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan
17 March 2026 4:36 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dorong pegiat masjid di Klaten jadi peserta jaminan sosial
17 March 2026 4:22 WIB
Employee Volunteering BPJS Ketenagakerjaan Surakarta berbagi ke Panti Asuhan
13 March 2026 19:17 WIB
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
"Employee Volunteering", BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda berbagi untuk masyarakat
17 March 2026 19:33 WIB
Mendag dorong desainer muda Kudus miliki brand dan perluas pasar nasional dan internasional
12 March 2026 23:49 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Klaim Rp 33,8 Miliar kepada PT Selalu Cinta Indonesia di Salatiga
11 March 2026 11:09 WIB
BPJS Ketenagakerjaan gandeng masjid dan RT/RW perluas perlindungan pekerja informal
11 March 2026 9:30 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dan BBPVP Semarang komitmen tingkatkan perlindungan sosial
10 March 2026 10:26 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi gandeng KP2MI pantau pekerja migran asal Jateng di Timur Tengah
06 March 2026 10:30 WIB