Dinkes Boyolali laksanakan imunisasi polio serentak di 25 puskesmas
Senin, 15 Januari 2024 15:10 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boyolali Desy Adiwarni M. Said Hidayat (tengah) bersama Bupati Boyolali M Said Hidayat (tiga dari kanan) dan Ketua Dinkes Puji Astuti (tiga dari kiri) melakukan imunisasi kepada anak di Balai Kampung Sumber Lerak, Siswodipuran, Kabupaten Boyolali, Jateng, Senin (14/1/2024). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
Boyolali (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mulai melaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional secara serentak di 25 puskesmas wilayah tersebut untuk mengantisipasi adanya kasus kejadian luar biasa (KLB) polio yang disebabkan karena virus, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional untuk mencegah polio dibuka langsung oleh Bupati Boyolali M Said Hidayat, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Boyolali, Desy M Said Hidayat dan Kepala Dinkes Boyolali, dokter Puji Astuti, di Balai Kampung Sumber Lerak, Siswodipuran, Kabupaten Boyolali, Jateng, Senin.
Kepala Dinkes Boyolali dokter Puji Astuti mengatakan kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional di Kabupaten Boyolali dilaksanakan dua putaran yang dibuka oleh Bupati Boyolali M Said Hidayat. Hal tersebut sebagai rangkaian kegiatan pasca-kejadian luar biasa tentang ditemukan kasus Polio di Kabupaten Klaten Jateng dan Bangkalan Madura Jawa Timur.
Puji Astuti mengatakan kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional terkait polio tersebut dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jateng dan Jatim. Dengan sasaran anak usia 0 hingga 7 tahun 11 bulan 29 hari.
Dia mengatakan sasaran imunisasi di Boyolali dilakukan untuk sebanyak 106.142 anak. Lokasi imunisasi dilaksanakan di Pos Imunisasi Balai Kampung Sumber Lerak Siswodipuran yang dibuka oleh Bupati Boyolali dengan sasaran 100 anak.
"Kegiatan imunisasi mencegah polio di Kabupaten Boyolali, diikuti seluruh puskesmas yang melaksanakan kegiatan ini, dengan sasarannya dilakukan secara serentak untuk 12.000 bayi dan anak. Boyolali sebanyak 25 puskesmas melaksanakan imunisasi polio serentak," katanya.
"Kegiatan imunisasi putaran kedua dilaksanakan pada 19 Februari hingga 26 Februari secara serentak kembali," katanya.
Dinkes Boyolali berharap dengan adanya kegiatan imunisasi warga Boyolali tidak ada yang terdampak kasus polio. Pihaknya berharap dengan adanya imunisasi di Boyolali tidak ada kasus polio.
Sementara itu, Bupati Boyolali M. Said Hidayat berharap tidak ada anak yang terserang Polio dan selalu dalam keadaan sehat, karena anak-anak merupakan generasi penerus laju pembangunan di Kabupaten Boyolali.
Pihaknya juga berpesan kepada Dinkes Kabupaten Boyolali agar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali untuk melakukan percepatan Sub PIN Polio di sekolah-sekolah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Said beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boyolali Desy Adiwarni M. Said Hidayat meneteskan vaksin Polio kepada beberapa balita sebagai tanda dicanangkan Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kabupaten Boyolali.
Baca juga: Ratusan anak di Solo Jateng ikuti vaksinasi polio
Kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional untuk mencegah polio dibuka langsung oleh Bupati Boyolali M Said Hidayat, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Boyolali, Desy M Said Hidayat dan Kepala Dinkes Boyolali, dokter Puji Astuti, di Balai Kampung Sumber Lerak, Siswodipuran, Kabupaten Boyolali, Jateng, Senin.
Kepala Dinkes Boyolali dokter Puji Astuti mengatakan kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional di Kabupaten Boyolali dilaksanakan dua putaran yang dibuka oleh Bupati Boyolali M Said Hidayat. Hal tersebut sebagai rangkaian kegiatan pasca-kejadian luar biasa tentang ditemukan kasus Polio di Kabupaten Klaten Jateng dan Bangkalan Madura Jawa Timur.
Puji Astuti mengatakan kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional terkait polio tersebut dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jateng dan Jatim. Dengan sasaran anak usia 0 hingga 7 tahun 11 bulan 29 hari.
Dia mengatakan sasaran imunisasi di Boyolali dilakukan untuk sebanyak 106.142 anak. Lokasi imunisasi dilaksanakan di Pos Imunisasi Balai Kampung Sumber Lerak Siswodipuran yang dibuka oleh Bupati Boyolali dengan sasaran 100 anak.
"Kegiatan imunisasi mencegah polio di Kabupaten Boyolali, diikuti seluruh puskesmas yang melaksanakan kegiatan ini, dengan sasarannya dilakukan secara serentak untuk 12.000 bayi dan anak. Boyolali sebanyak 25 puskesmas melaksanakan imunisasi polio serentak," katanya.
"Kegiatan imunisasi putaran kedua dilaksanakan pada 19 Februari hingga 26 Februari secara serentak kembali," katanya.
Dinkes Boyolali berharap dengan adanya kegiatan imunisasi warga Boyolali tidak ada yang terdampak kasus polio. Pihaknya berharap dengan adanya imunisasi di Boyolali tidak ada kasus polio.
Sementara itu, Bupati Boyolali M. Said Hidayat berharap tidak ada anak yang terserang Polio dan selalu dalam keadaan sehat, karena anak-anak merupakan generasi penerus laju pembangunan di Kabupaten Boyolali.
Pihaknya juga berpesan kepada Dinkes Kabupaten Boyolali agar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali untuk melakukan percepatan Sub PIN Polio di sekolah-sekolah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Said beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boyolali Desy Adiwarni M. Said Hidayat meneteskan vaksin Polio kepada beberapa balita sebagai tanda dicanangkan Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kabupaten Boyolali.
Baca juga: Ratusan anak di Solo Jateng ikuti vaksinasi polio
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Jateng hadirkan TAC sebagai sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu
13 March 2026 13:03 WIB
Polda Jateng ungkap pabrik mie berformalin kapasitas 1,5 ton perhari di Boyolali
12 March 2026 4:15 WIB
Bupati Boyolali serahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga petani
11 March 2026 21:03 WIB
Boyolali giatkan gerakan Indonesia ASRI dengan pembersihan Waduk Cengklik
14 February 2026 18:59 WIB
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pertolongan pertama di perjalanan: peran obat OTC dalam situasi darurat mudik Lebaran
20 March 2026 9:31 WIB