Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalokasikan dana penyertaan modal sebesar Rp8 miliar untuk tiga badan usaha milik daerah  yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Batang Suwanto di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa 3 badan usaha milik daerah yang mendapatkan kucuran dana modal tersebut yaitu PT Bank Perkreditan Rakyat Bapera sebesar Rp1,5 miliar, Bank Jateng Rp5 miliar, dan PDAM Sendang Kamulyan Rp1,5 miliar.

"Penyertaan modal tersebut, seluruhnya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Penyertaan modal itu dapat digunakan untuk pengembangan usaha," katanya.

Menurut dia, penyertaan modal pada badan usaha milik daerah tersebut setiap tahun bisa berubah seperti pada 2023 pemkab menyertakan modal pada Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Rp1,2 miliar, kemudian Perusahaan Umum Daerah Air Minum Sendang Kamulyan Rp1 miliar, dan Bank Jateng tetap Rp5 miliar.

Penyertaan modal untuk Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha, kata dia, digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri Terpadu Batang.

"Pada tahun ini, Perumda Aneka Usaha mendapatkan Rp1,2 miliar untuk pengembangan usaha. Terkait pengembangan usaha di Kawasan Industri Terpadu Batang, pembebanan untuk sewa dengan pengelola PT Kawasan Industri Terpadu Batang," katanya.

Ia mengatakan penyertaan modal ke badan usaha milik daerah bisa saja berbeda-beda karena akan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pertumbuhan usahanya.

"Kami menilai penyertaan modal ke badan usaha milik daerah itu berperan penting karena dana tersebut dapat digunakan untuk pengembangan usaha," katanya.
 

Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024