Cilacap (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap mengerahkan petugas SAR untuk mencari dua orang yang pada Sabtu (23/9) dilaporkan tenggelam di perairan selatan Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

"Waktu dan lokasi kejadian tenggelamnya dua korban tersebut berbeda, namun masih berada di wilayah perairan selatan Kebumen," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap Adah Sudarsa di Cilacap, Minggu.

Menurut laporan yang disampaikan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan, warga yang dilaporkan tenggelam di perairan selatan Kebumen yakni Ferdy (14), warga Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, dan Slamet Suprianto (36), warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.

Ferdy dilaporkan berenang bersama rekannya, Ikhwan Fuad Mufid (13), di pinggiran Pantai Cemara Sewu di Desa Karangreja, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, pada Sabtu (23/9) sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat mereka berenang, ombak tiba-tiba datang dan menyeret tubuh Mufid, warga Desa Kejawang di Kecamatan Sruweng.

"Ferdy yang melihat kejadian tersebut berupaya menolong Mufid, namun akhirnya kedua anak itu terseret ombak," kata Adah.

"Mufid dapat diselamatkan setelah mendapat pertolongan dari relawan dan warga, sedangkan Ferdy belum ditemukan," ia menambahkan.

Sementara itu, kejadian nahas yang menimpa Slamet Suprianto dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan pada Sabtu (23/9) siang.

Slamet dilaporkan berangkat dari rumahnya untuk menjaring ikan di Pantai Silumut pada Jumat (22/9) sekitar pukul 17.30 WIB, tetapi hingga pukul 20.00 WIB dia belum terlihat menebar jaring.

Rekan-rekan Slamet tidak melihat dia di lokasi sebelumnya pada pukul 23.00 WIB.

"Keesokan harinya, Sabtu (23/9), sekitar pukul 08.00 WIB, rekan-rekan korban melihat jaring milik Slamet terapung sejauh 300 meter ke arah timur dari lokasi terakhir yang bersangkutan terlihat," kata Adah.

Menurut dia, di lokasi terakhir korban terlihat oleh rekan-rekannya hanya ditemukan sepeda motor dan patok jaring milik Slamet sehingga muncul dugaan yang bersangkutan tenggelam di Pantai Silumut.

Adah mengatakan bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan telah memberangkatkan dua regu penolong untuk mencari dua orang yang dilaporkan tenggelam di perairan selatan Kebumen.

"Hari ini kami bersama tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di masing-masing lokasi kejadian untuk mencari dan menolong dua korban tersebut," katanya.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menyampaikan bahwa gelombang setinggi 2,5 sampai empat meter masih berpeluang muncul di perairan selatan Jawa Barat hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Samudra Hindia selatan Jawa Barat dan DIY.

"Oleh karena itu, kami kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku tanggal 24-25 September 2023," katanya.

Dia mengimbau operator maupun pengguna layanan transportasi laut memerhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.

Wisatawan yang mengunjungi pantai selatan Jawa Barat dan DIY diimbau untuk tidak bermain air atau berenang di pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas demi keselamatan.
 

Pewarta : Sumarwoto
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024