Titik api di TPA Putri Cempo Solo tersisa 30 persen
Selasa, 19 September 2023 15:06 WIB
Pengeboman air dilakukan untuk memadamkan kebakaran di TPA Putri Cempo, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (19/9/2023). (ANTARA/Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo tersisa 30 persen setelah berbagai upaya pemadaman kebakaran dilakukan, kata petugas pemerintah daerah.
Menurut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Surakarta Gatot Sutanto di Solo, Jawa Tengah, Selasa, pengeboman air cukup efektif memadamkan kebakaran di fasilitas penanganan sampah tersebut.
Ia mengatakan bahwa upaya pemadaman kebakaran dengan pengeboman air juga tidak membahayakan keselamatan petugas pemadam.
"Kalau pakai personel (darat) kan membahayakan. Setiap disapu air kan ada rontokan sampah," katanya.
Gatot menjelaskan bahwa dalam setiap kali jalan satu helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa mengangkut 3.000 sampai 4.000 liter air untuk keperluan pengeboman air.
"Itu sekali angkut. Rencana pemadaman (dengan pengeboman air) akan dilakukan sampai (api benar-benar) mati," katanya.
"Air untuk pemadaman awalnya mau diambilkan di Bendung Maret Tirtonadi, tapi karena ada kendala akhirnya diambilkan dari Bengawan Solo," ia menambahkan.
Gatot juga menyampaikan bahwa pemadaman kebakaran di bagian utara dan timur TPA Putri Cempo cukup sulit karena area tersebut susah dijangkau.
"Ini pemadaman mulai bergerak, karena posisinya lereng, sulit. Tadi dari sapuannya kelihatan, kalau nozzle itu hanya bisa (memadamkan) satu meter kalau yang spray, ini bisa empat meter lebih sekali tumpah," katanya mengenai pengeboman air untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di TPA Putri Cempo sejak Sabtu (16/9).
Menurut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Surakarta Gatot Sutanto di Solo, Jawa Tengah, Selasa, pengeboman air cukup efektif memadamkan kebakaran di fasilitas penanganan sampah tersebut.
Ia mengatakan bahwa upaya pemadaman kebakaran dengan pengeboman air juga tidak membahayakan keselamatan petugas pemadam.
"Kalau pakai personel (darat) kan membahayakan. Setiap disapu air kan ada rontokan sampah," katanya.
Gatot menjelaskan bahwa dalam setiap kali jalan satu helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa mengangkut 3.000 sampai 4.000 liter air untuk keperluan pengeboman air.
"Itu sekali angkut. Rencana pemadaman (dengan pengeboman air) akan dilakukan sampai (api benar-benar) mati," katanya.
"Air untuk pemadaman awalnya mau diambilkan di Bendung Maret Tirtonadi, tapi karena ada kendala akhirnya diambilkan dari Bengawan Solo," ia menambahkan.
Gatot juga menyampaikan bahwa pemadaman kebakaran di bagian utara dan timur TPA Putri Cempo cukup sulit karena area tersebut susah dijangkau.
"Ini pemadaman mulai bergerak, karena posisinya lereng, sulit. Tadi dari sapuannya kelihatan, kalau nozzle itu hanya bisa (memadamkan) satu meter kalau yang spray, ini bisa empat meter lebih sekali tumpah," katanya mengenai pengeboman air untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di TPA Putri Cempo sejak Sabtu (16/9).
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang petugas tewas usai terjatuh di mesin penggiling sampah di TPA Putri Cempo
02 March 2026 23:02 WIB
Pelatih Timo Scheunemann sebut pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah tepat
15 February 2026 21:09 WIB
Berikut jadwal India Open 2026: Tiga wakil Indonesia berjuang ke perempat final
15 January 2026 8:34 WIB
Ketahanan malangan guru di daerah 3T: Cahaya dari Putri Solo hingga Kepala Burung
25 November 2025 19:05 WIB
Turnamen Milklife Soccer Challenge Solo tunjukkan tren positif antusiasme peserta
02 November 2025 18:47 WIB
Terpopuler - Insiden
Lihat Juga
Polda Jateng terjunkan tim selidiki tabrakan Argo Bromo Anggrek dan mobil di Gr
03 May 2026 16:58 WIB