Erick Thohir tekankan pentingnya program Pemerintah berlanjut setelah pemilu
Kamis, 14 September 2023 14:51 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9/2023). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya keberlanjutan dalam implementasi program-program Pemerintah terutama setelah pemilihan umum dan pergantian kepemimpinan di pemerintahan.
Dia menambahkan jangan sampai program-program yang bermanfaat untuk pembangunan dan masyarakat berhenti setelah pemimpin berganti.
"Umur negara kita sudah 78 tahun. Artinya, banyak tokoh-tokoh besar yang pimpin bangsa ini. Ketika Allah Swt memberikan amanah ke beliau-beliau, pasti ada kontribusi buat negara. Artinya, jangan pergantian lima tahunan pemerintah seakan-akan ini the end of the story," kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis.
Erick menilai keberlanjutan menjadi sebuah keharusan terutama untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju.
"Bangsa ini harus berlanjut. Ini yang saya rasa kenapa yang sudah ada harus dipertahankan karena memang Pak (Presiden) Joko Widodo masih yang terbaik hari ini. Bahwa mungkin setiap pemerintahan ada kekurangan, bukan justru kita mendiskreditkan bahwa pemerintahan sebelumnya jelek," jelasnya.
Masyarakat Indonesia juga sebaiknya jangan terus terbelenggu dengan berbagai kepentingan kelompok tertentu, melainkan harus punya mimpi besar untuk melanjutkan pencapaian positif dan bermanfaat.
"Ini yang saya rasa jangan hanya wacana, tetapi implementasinya lemah. Itu kekurangan dari kita semua dan saya akui, saya bukan bagus semua, saya ada kekurangan. Makanya, saya ada kerja tim dalam melakukan itu tidak mungkin sendiri. (Target saya) Indonesia yang membumi, Indonesia yang mendunia. Bismillah bisa kalau ada niat baik," kata Erick.
Erick Thohir saat ini merupakan salah satu tokoh yang dinilai potensial menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024 sebagaimana hasil sejumlah survei dalam setahun terakhir. Terkait hal itu, dia menilai hasil survei-survei itu menjadi bahan evaluasi dan introspeksi diri dalam meningkatkan kinerja.
"Itu apresiasi masyarakat melalui lembaga survei tentang hasil kinerja kami. Jangan terjebak politik, seakan-akan ini sesuatu yang euforia. Sama seperti di sepak bola, kemenangan jangan menjadi euforia, tetapi tradisi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, dia pun meminta masyarakat menunggu soal keputusannya terkait Pilpres 2024.
"Semua itu ada masing-masing jodohnya. Kita tunggu saja," ujar Erick Thohir.
Baca juga: Indonesia accords priority to equality in trade: Thohir
Dia menambahkan jangan sampai program-program yang bermanfaat untuk pembangunan dan masyarakat berhenti setelah pemimpin berganti.
"Umur negara kita sudah 78 tahun. Artinya, banyak tokoh-tokoh besar yang pimpin bangsa ini. Ketika Allah Swt memberikan amanah ke beliau-beliau, pasti ada kontribusi buat negara. Artinya, jangan pergantian lima tahunan pemerintah seakan-akan ini the end of the story," kata Erick Thohir di Jakarta, Kamis.
Erick menilai keberlanjutan menjadi sebuah keharusan terutama untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju.
"Bangsa ini harus berlanjut. Ini yang saya rasa kenapa yang sudah ada harus dipertahankan karena memang Pak (Presiden) Joko Widodo masih yang terbaik hari ini. Bahwa mungkin setiap pemerintahan ada kekurangan, bukan justru kita mendiskreditkan bahwa pemerintahan sebelumnya jelek," jelasnya.
Masyarakat Indonesia juga sebaiknya jangan terus terbelenggu dengan berbagai kepentingan kelompok tertentu, melainkan harus punya mimpi besar untuk melanjutkan pencapaian positif dan bermanfaat.
"Ini yang saya rasa jangan hanya wacana, tetapi implementasinya lemah. Itu kekurangan dari kita semua dan saya akui, saya bukan bagus semua, saya ada kekurangan. Makanya, saya ada kerja tim dalam melakukan itu tidak mungkin sendiri. (Target saya) Indonesia yang membumi, Indonesia yang mendunia. Bismillah bisa kalau ada niat baik," kata Erick.
Erick Thohir saat ini merupakan salah satu tokoh yang dinilai potensial menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024 sebagaimana hasil sejumlah survei dalam setahun terakhir. Terkait hal itu, dia menilai hasil survei-survei itu menjadi bahan evaluasi dan introspeksi diri dalam meningkatkan kinerja.
"Itu apresiasi masyarakat melalui lembaga survei tentang hasil kinerja kami. Jangan terjebak politik, seakan-akan ini sesuatu yang euforia. Sama seperti di sepak bola, kemenangan jangan menjadi euforia, tetapi tradisi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, dia pun meminta masyarakat menunggu soal keputusannya terkait Pilpres 2024.
"Semua itu ada masing-masing jodohnya. Kita tunggu saja," ujar Erick Thohir.
Baca juga: Indonesia accords priority to equality in trade: Thohir
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
Prabowo ratas dengan DEN dan menteri terkait, pastikan pasokan stok BBM dan gas aman
12 March 2026 13:07 WIB
PN Batam tegaskan tidak ada intervensi terkait vonis enam terdakwa kasus sabu 2 ton
11 March 2026 9:28 WIB
Harga minyak dunia melonjak, Purbaya evaluasi penyesuaian APBN sebulan ke depan
09 March 2026 15:43 WIB
Mendagri meginstruksikan seluruh kepala daerah siaga di wilayah selama Lebaran
09 March 2026 8:58 WIB
Sebanyak 30 WNI yang tertahan di Abu Dhabi dipulangkan lewat penerbangan repatriasi
05 March 2026 13:16 WIB
Anggota DPR minta pemerintah memberikan sanksi tegas kepada raksasa teknologi Meta
05 March 2026 11:40 WIB