Semarang (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang telah memiliki setidaknya 105 relawan pemadam kebakaran (redkar) yang tersebar di 177 kelurahan untuk membantu menyosialisasikan pencegahan kebakaran. Sepanjang Agustus 2023, terjadi 72 kasus kebakaran di wilayah Kota Semarang.

"Menghadapi musim kemarau panjang ini, kami telah melatih relawan pemadam kebakaran. Baru ada 105 relawan dari 177 kelurahan," kata Kepala Dinas Damkar Kota Semarang Nurkholis di Semarang, Rabu.

Menurut dia, keberadaan redkar diharapkan berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah dan mengantisipasi kebakaran, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang.

"Kami juga berkoordinasi dengan camat untuk menyampaikan informasi ini ke tingkat lurah, LPMK (lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan), RT/RW agar kebakaran dapat diantisipasi lebih dini," katanya.

Diakuinya, musim kemarau panjang sebagai dampak fenomena El Nino membuat dalam beberapa waktu terakhir marak terjadinya kebakaran yang kebanyakan adalah lahan kosong dan ilalang.

Dalam dua hari terakhir, Dinas Damkar Kota Semarang mencatat setidaknya ada tujuh laporan kasus kebakaran, yakni kebakaran rumput, ilalang, serta kandang ayam.

"Kemarin (Selasa, 5/9) ada lima kasus kebakaran, empat kasus di antaranya kebakaran ilalang dan rumput kering, serta satu kasus kebakaran kandang ayam," katanya.

"Hari ini (6/9) tadi, ada dua kasus kebakaran yang dilaporkan, kebakaran ilalang dan kandang ayam juga di wilayah Gunungpati," katanya.

Data pada Agustus 2023, tercatat ada 72 kasus kebakaran, dan 58 kasus di antaranya adalah kebakaran lahan kosong dan ilalang.

"Kami imbau kepada masyarakat dan juga pengembang untuk tidak membakar rumput, ilalang, maupun sampah," katanya.

Menurut dia, lahan kosong atau kaveling yang belum dibangun rawan ditumbuhi ilalang sehingga pengembang perumahan diminta mengawasi dan rutin membersihkan lahan kosong yang menjadi proyek mereka untuk mencegah kasus kebakaran.

"Di satu sisi, di musim kemarau untuk mendapatkan air susah juga. Jadi, ini yang perlu diperhatikan. Paling tidak, mengantisipasi kebakaran. Selain kami kewalahan, kebakaran ini menyebabkan pencemaran udara. Kualitas udara kita sudah terganggu," katanya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap antisipasi kebakaran, Pemerintah Kota Semarang telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor B/4691/130/IX/2023 tentang Antisipasi Perubahan Iklim.

Dalam surat edaran tersebut, selain menghimbau untuk tidak membakar sampah, Pemkot Semarang meminta masyarakat untuk menggiatkan pertanian perkotaan, penghijauan, membuat biopori, hingga kerja bakti lingkungan.

Masyarakat juga diarahkan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024