Semarang (ANTARA) - Tangis bahagia Ponem dan putrinya, Robana, pecah saat menyampaikan ucapan rasa syukur dan terima kasihnya pada PLN.

Bagaimana tidak, PLN hadir untuk membantu renovasi sesaat setelah kejadian gempa yang melanda Bantul, Jumat (30/6) silam yang merusak rumahnya di Dusun Bangen, Kapanewon Kasihan, Bantul.

Sebagian tembok bagian belakang hancur, atap rumahnya pun sebagian jatuh ke tanah.

PLN bergotong royong bersama Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), TNI, dan Polri dalam aksi renovasi tersebut. Wajahnya pun berubah cerah dan bahagia, tak menyangka diberikan dukungan yang besar.

Matur nuwun (Terima Kasih) PLN, sudah hadir membantu. Semoga menjadi berkah untuk kita semua,” ujarnya mengapresiasi bantuan yang diterimanya. 

Kisah Ponem yang tinggal sendiri di rumah dan terdampak gempa sempat viral di media sosial. Saat gempa terjadi, bangunan rumah di bagian dapur roboh dan menimpa perabotan. Genteng rumahnya pun sebagian jatuh dan pecah. Beruntung, saat kejadian ia tengah berada bagian depan rumah sehingga tak mengalami cedera. 

"Dapur batakonya ambruk, namun alhamdulillah rumah bagian depan tidak apa- apa, listriknya juga kemarin tidak mati kok,” tuturnya. 

Sebagai lansia, wanita yang akrab disapa Mbah Ponem masih menjalankan profesinya sebagai tukang pijat keliling. Dengan penghasilannya, tentu renovasi rumah menimbulkan beban biaya yang tidak murah. Itu sebabnya ia tak bisa menyembunyikan raut bahagianya.

Robana yang tinggal di samping rumah Ponem tak kalah terharu mengisahkan malam kejadian gempa itu, sekitar pukul 19.30 WIB, ibunya kebetulan berada di bagian depan rumah. Malam itu bertepatan dengan kirab lomba takbir keliling.

"Tiba-tiba ada huyug-huyug (goyangan), Simbah langsung lari keluar. Ini saya menangis bahagia karena banyak yang membantu. Terima kasih PLN dan semoga menjadi berkah untuk semuanya," tutur Robana sembari menahan tangis di samping Mbah Ponem.

Sri Surati, warga Bantul yang juga tinggal sendiri di rumah saat gempa terjadi merasakan hal yang sama. Sembari tersenyum ia mengapresiasi dukungan perbaikan rumah pascagempa dari PLN. 

“Senang bisa mendapatkan dukungan dari PLN setelah gempa kemarin. Saya merasa tak sendirian menghadapi dampak gempa. Terima kasih PLN dan semua pihak yang turut mendukung,” ujarnya.

Warga Dukuh Dodogan, Kelurahan Sri Gading, Sanden ini sebetulnya tengah sakit kala gempa terjadi. Ini sedikit menyulitkan geraknya menghadapi situasi. Terlebih kala gempa terjadi genteng rumahnya pun berjatuhan. Sri beruntung, kerusakan yang timbul tak sampai melukainya. 

Ia pun bersyukur rumahnya tak perlu lama untuk diperbaiki. Ia kini tak perlu risau dengan dampak gempa yang sempat merusak rumahnya. 

Tak hanya rumah Mbah Ponem dan Sri Surati, gempa yang berpusat di lepas pantai arah barat daya Bantul itu juga merusak 263 bangunan lain. Namun dari jumlah tersebut, hanya 8 bangunan termasuk rumah Mbah Ponem yang mengalami kerusakan kategori sedang-berat sehingga dibantu melalui program PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.

Selebihnya telah diperbaiki langsung karena kerusakan bersifat ringan. PLN juga turut membagikan 250 Paket Sembako bagi warga terdampak lainnya.

Upaya gotong royong dan pemulihan warga terdampak gempa Bantul ini juga didukung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sri Sultan meminta warga bergotong royong memperbaiki rumah yang mengalami rusak akibat gempa Bantul.

Sri Sultan juga mengatakan Pemerintah Daerah (Pemda) telah menyiapkan anggaran untuk membantu perbaikan bangunan rusak imbas diguncang gempa besar beberapa hari lalu. Selain itu ia telah menginstruksikan kepala daerah untuk langsung melakukan asesmen kebutuhan dan segara melapor agar bantuan tepat sasaran.

"Sesama tetangga bisa saling membantu seperti yang terjadi pada 2006. Masyarakat kan punya budaya gotong royong, dan kalau perlu bantuan dari pemerintah daerah bisa meminta," kata Sultan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengapresiasi dukungan semua pihak setelah berhasil melakukan pengamanan dan pemulihan kelistrikan. Sebagai bentuk rasa kemanusiaan, PLN pun menyiapkan bantuan dalam bentuk renovasi rumah dan pemberian paket sembako demi mendukung proses pemulihan kondisi.

"Setelah berhasil memulihkan kondisi kelistrikan dengan cepat, kami kini fokus menyalurkan bantuan untuk warga agar mereka tak merasa sendiri. Harapan kami, bantuan ini membantu juga pemulihan hidup warga,” ujar Darmawan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Mochamad Soffin Hadi, menyampaikan, PLN berkomitmen untuk fokus pada upaya pengamanan jaringan kelistrikan untuk menjaga keselamatan warga. Selain itu, PLN juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DIY, TNI - Polri serta stakeholders terkait untuk memberikan bantuan pada warga yang terdampak bencana.

"PLN selalu berusaha hadir terdepan, tidak hanya menangani kelistrikan namun kami juga berharap bisa berpartisipasi lebih. Mbah Ponem yang memang tinggal seorang diri tentunya sangat membutuhkan uluran tangan kita. PLN hadir nyata membantu perbaikan rumahnya, semoga bermanfaat," ungkap Soffin.

Ia menambahkan, gangguan kelistrikan berat sebenarnya terjadi di wilayah Kebumen yang jadi episentrum gempa. Sementara di wilayah Kabupaten Bantul tidak ada gangguan masif dari sisi kelistrikan Jaringan Tegangan Menengah (JTM), namun memang banyak warga yang mengalami kerusakan pada bangunan rumahnya.

“PLN senantiasa siaga mendukung warga seperti mbah Ponem dan ibu Sri Suriati. Kami menaruh prioritas pada perbaikan layanan listrik, tapi situasi sosial warga juga tak kami abaikan. Dengan bergotong royong merenovasi rumah serta pembagian sembako, kami harap warga dapat bangkit dan bersemangat kembali melanjutkan hidup,” tutupnya. ***

Pewarta : ksm
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024