Peralatan digital berikan keuntungan dalam bisnis
Rabu, 12 Oktober 2022 15:03 WIB
Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq memberikan sambutan dalam pembukaan seminar internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/10/2022). ANTARA/Sumarwoto
Purwokerto (ANTARA) - Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq mengatakan peralatan digital memberikan beberapa keuntungan dalam kegiatan bisnis karena digitalisasi dapat mengurangi biaya transaksi.
"Bisnis dari semua ukuran dan di semua sektor semakin menyediakan peralatan digital bagi karyawan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.
Rektor mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam pembukaan seminar internasional "12th Sustainable Competitive Advantage; International Conference, Colloquium, and Call for Papers" dengan tema "Empowering UMKM Productivity, Inclusive Growth and Innovation in the Digital Era" yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.
Rerata perusahaan saat ini, kata dia, lebih dari separuh karyawannya menggunakan komputer dengan koneksi internet.
"Untuk bisnis, peralatan digital memberikan beberapa keuntungan penting. Dengan meningkatkan dan memfasilitasi komunikasi antara karyawan, pemasok, dan jaringan, digitalisasi mengurangi biaya transaksi," jelasnya.
Prof. Sodiq mengatakan kemungkinan perdagangan jasa sangat diperluas, yang dapat membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dalam berintegrasi ke pasar internasional dengan meminimalkan biaya yang terkait dengan operasional dan transportasi.
Menurut dia, hal ini memudahkan untuk mengakses sumber daya seperti layanan pemerintah yang dengan cepat tersedia secara daring serta keuangan (seperti pinjaman peer-to-peer), pelatihan, dan saluran perekrutan.
Baca juga: Desa Wisata Nusantara Banyumas ajak UMKM manfaatkan dampak positif digitalisasi
Selain itu, kata dia, hal ini mendorong inovasi dan akses yang lebih mudah ke sumber daya inovasi serta kemungkinan bagi bisnis untuk menghasilkan data dan menganalisis operasi mereka sendiri dengan cara inovatif untuk meningkatkan kinerja.
"Namun, banyak UKM terus tertinggal dalam adopsi, dan untuk UKM yang lebih kecil dengan 10-49 karyawan, kesenjangan adopsi digital, dibandingkan dengan perusahaan besar, telah tumbuh selama dekade terakhir," kata Rektor.
Ia mengatakan hal ini terlepas dari keuntungan dan peluang yang dibawa oleh teknologi digital, serta peningkatan penyerapan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, perbedaan ini telah menyebabkan ketidaksetaraan yang lebih besar di antara orang, tempat, dan bisnis karena digitalisasi adalah pendorong utama pengembangan produktivitas serta berakibat pada pertumbuhan ekonomi.
"Universitas Jenderal Soedirman sangat intens mendukung komunitas ilmiah untuk memberikan solusi dalam membentuk kembali komunitas kita, termasuk di bidang ekonomi dan aspek terkait menuju masyarakat cerdas 5.0," katanya.
Terkait dengan hal itu, Rektor mengharapkan ada ide, perencanaan, dan tindakan untuk menghadapi tantangan disrupsi UMKM di era digital.
"Meningkatkan kapasitas internal, memfasilitasi akses ke sumber daya strategis, menciptakan lingkungan bisnis yang ideal bagi UKM untuk bertransformasi, dan mempromosikan pendekatan multi-stakeholder adalah cara untuk mempercepat transformasi digital UKM," tegasnya.
Baca juga: Bagas dorong pengusaha muda manfaatkan digitalisasi
Baca juga: Digitalisasi usaha warungan, Borong ekspansi ke Semarang
"Bisnis dari semua ukuran dan di semua sektor semakin menyediakan peralatan digital bagi karyawan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.
Rektor mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam pembukaan seminar internasional "12th Sustainable Competitive Advantage; International Conference, Colloquium, and Call for Papers" dengan tema "Empowering UMKM Productivity, Inclusive Growth and Innovation in the Digital Era" yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.
Rerata perusahaan saat ini, kata dia, lebih dari separuh karyawannya menggunakan komputer dengan koneksi internet.
"Untuk bisnis, peralatan digital memberikan beberapa keuntungan penting. Dengan meningkatkan dan memfasilitasi komunikasi antara karyawan, pemasok, dan jaringan, digitalisasi mengurangi biaya transaksi," jelasnya.
Prof. Sodiq mengatakan kemungkinan perdagangan jasa sangat diperluas, yang dapat membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dalam berintegrasi ke pasar internasional dengan meminimalkan biaya yang terkait dengan operasional dan transportasi.
Menurut dia, hal ini memudahkan untuk mengakses sumber daya seperti layanan pemerintah yang dengan cepat tersedia secara daring serta keuangan (seperti pinjaman peer-to-peer), pelatihan, dan saluran perekrutan.
Baca juga: Desa Wisata Nusantara Banyumas ajak UMKM manfaatkan dampak positif digitalisasi
Selain itu, kata dia, hal ini mendorong inovasi dan akses yang lebih mudah ke sumber daya inovasi serta kemungkinan bagi bisnis untuk menghasilkan data dan menganalisis operasi mereka sendiri dengan cara inovatif untuk meningkatkan kinerja.
"Namun, banyak UKM terus tertinggal dalam adopsi, dan untuk UKM yang lebih kecil dengan 10-49 karyawan, kesenjangan adopsi digital, dibandingkan dengan perusahaan besar, telah tumbuh selama dekade terakhir," kata Rektor.
Ia mengatakan hal ini terlepas dari keuntungan dan peluang yang dibawa oleh teknologi digital, serta peningkatan penyerapan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, perbedaan ini telah menyebabkan ketidaksetaraan yang lebih besar di antara orang, tempat, dan bisnis karena digitalisasi adalah pendorong utama pengembangan produktivitas serta berakibat pada pertumbuhan ekonomi.
"Universitas Jenderal Soedirman sangat intens mendukung komunitas ilmiah untuk memberikan solusi dalam membentuk kembali komunitas kita, termasuk di bidang ekonomi dan aspek terkait menuju masyarakat cerdas 5.0," katanya.
Terkait dengan hal itu, Rektor mengharapkan ada ide, perencanaan, dan tindakan untuk menghadapi tantangan disrupsi UMKM di era digital.
"Meningkatkan kapasitas internal, memfasilitasi akses ke sumber daya strategis, menciptakan lingkungan bisnis yang ideal bagi UKM untuk bertransformasi, dan mempromosikan pendekatan multi-stakeholder adalah cara untuk mempercepat transformasi digital UKM," tegasnya.
Baca juga: Bagas dorong pengusaha muda manfaatkan digitalisasi
Baca juga: Digitalisasi usaha warungan, Borong ekspansi ke Semarang
Pewarta : Sumarwoto
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seminar internasional di UMS angkat peran agama dalam kesehatan mental muslim
30 March 2026 17:26 WIB
UIN Walisongo adakan seminar internasional Exploring Islamic Culture
03 October 2024 17:25 WIB, 2024
Rumuskan strategi pembangunan saat pandemi, Jateng libatkan ribuan peneliti
26 August 2021 5:38 WIB, 2021
Kaji konsep Green Victimology, FH UMP gelar seminar internasional daring
26 August 2020 15:39 WIB, 2020
Tingkatkan wawasan mahasiswa, Fakultas Psikologi UMP menggelar seminar internasional
02 May 2019 18:15 WIB, 2019
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Presiden tegaskan perlunya transformasi ekonomi nasional berdasarkan Pancasila
01 June 2026 11:53 WIB
Kinerja keuangan kokoh, likuiditas dan permodalan BRI terjaga di level memadai
29 May 2026 17:19 WIB