Purwokerto (ANTARA) - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang terdiri atas empat mahasiswa dan tiga dosen Fakultas Pertanian Unsoed mengembangkan permen susu durian.

"Ini karena buah durian merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Banyumas," kata Ketua Tim PKM Unsoed Azhar Septiawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin.

Di masa panen, kata dia, ketersediaan buah sangat melimpah dan harganya sangat murah, sehingga diperlukan teknologi tepat guna pengolahan durian untuk meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang umur simpan komoditas tersebut.

Bahkan selama ini, lanjut dia, sebagian besar durian yang dihasilkan petani Banyumas masih dikonsumsi dalam bentuk segar.

Kendati demikian, ia mengakui jika saat sekarang telah ada UMKM yang mengolah durian menjadi pancake, dodol, dan es krim seperti yang dilakukan Rumah Durian Cahaya Bulan di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

Menurut dia, UMKM yang dikelola oleh Prestiana Endah Wulansari itu memroduksi berbagai macam olahan durian, namun kualitas produk yang dihasilkan belum memuaskan. 

Padahal, Rumah Durian Cahaya Bulan juga memiliki beberapa prestasi seperti figur finalis lokal BUMN tingkat Jawa Tengah, finalis apresiasi kreasi Indonesia 2022 dari Kemenparekraf, sertifikasi kompetensi BNSP pendamping UMKM, dan wirausaha inovasi Jawa Tengah 2022.

"Oleh karena itulah, kami melaksanakan program pendampingan UMKM Cahaya Bulan dan didukung oleh Kemdikbudristek melalui skema Program Kemitraan Masyarakat tahun 2022, yang dibiayai oleh DRTPM Dikti" kata Azhar.

"Adapun tiga dosen kami yang juga menjadi tim pendampingan UMKM ini adalah Dr. Rumpoko Wicaksono, Prof. Dr. Rifda Naufalin, dan Budi Dharmawan, Ph.D. tambah Azhar.

Ia mengatakan kegiatan memiliki target khusus yaitu menerapkan teknologi tepat guna hasil riset unggulan perguruan tinggi dalam pengolahan durian kepada masyarakat pengguna untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing durian.

Menurut dia, hal itu dapat dilakukan dengan cara diseminasi informasi teknologi, penerapan teknologi dan pelatihan, penyediaan alat produksi untuk mendukung penerapan teknologi, pendampingan produksi, serta monitoring dan evaluasi.

"Dalam program pendampingan UMKM ini juga dilakukan pengembangan produk baru olahan durian berupa permen susu durian. Permen merupakan suatu produk pangan yang digemari semua orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa," katanya.

Selain itu, kata dia, permen dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. 

Lebih lanjut, Azhar mengatakan Permen merupakan bentuk hasil olahan dari kristal gula (sukrosa) yang dibungkus dengan sirup glukosa dengan cara pemasakan suhu tinggi sehingga memiliki kandungan air yang sangat rendah. 

Menurut dia, permen terdiri atas dua jenis, yaitu hard candy dan soft candy

"Permen yang kami kembangkan, yaitu soft candy yang elastis dan mudah dikunyah," katanya.

Menurut dia, alasan pemilihan produk baru berupa permen susu durian itu karena permen sangat digemari masyarakat dari berbagai kalangan usia dengan pemanfaatan buah asli durian sebagai ciri khas dari UMKM tersebut.

Selain itu, kata dia, produk permen susu durian tersebut memanfaatkan susu sapi segar yang juga merupakan hasil dari peternakan di Desa Kalisari.
.
"Dalam pembuatan produk permen susu durian ini juga memiliki kendala dalam proses produksinya, yaitu tekstur yang dihasilkan belum memuaskan," kata Azhar.

Menurut dia, tekstur yang didapatkan sangat kasar yang dimungkinkan akibat dari penggunaan durian asli yang mengandung banyak serat pangan.

Kemudian penggunaan pengental gelatin juga masih kurang pas, tekstur permen susu yang diharapkan adalah chewy dan elastis.

"Namun sudah ditemukan formula yang prospektif untuk membuat permen susu durian, sehingga nantinya kendala yang dihadapi akan segera teratasi" kata Azhar.

Pewarta : Sumarwoto
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2024