Magelang (ANTARA) - Pelaku wisata Kota Magelang, Jawa Tengah, mengembangkan paket wisata dengan naik mobil Volkswagen (VW) berkeliling ke sejumlah objek wisata di Kota Getuk ini.

Pelaku wisata dari Komunitas Visit Kota Magelang Agus Abii di Magelang, Senin, mengatakan pihaknya ingin mengembangkan pariwisata sebagai penyangga tujuan wisata super prioritas Candi Borobudur.

Ia menuturkan di Kota Magelang ini banyak heritage yang bisa dijual atau dinikmati wisatawan.

Kali ini wisatawan diajak keliling menuju sejumlah destinasi wisata heritage dengan naik mobil VW. Adapun paket yang dijual per armada Rp350.000 dengan empat orang sudah termasuk tiket masuk.

Rombongan wisatawan yang naik mobil VW Magelang Raya dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Jepara.

Ketua MKKS Kabupaten Jepara Darono Ardi Widodo mengatakan rombongan tadi naik mobil VW menuju beberapa tempat wisata. Lokasi wisata yang dikunjungi tersebut di Jepara belum ada.

"Kami dari Jepara belum pernah tahu ternyata di Magelang banyak tempat wisata yang perlu ditonjolkan pada daerah lain mungkin wisatawan domestik bisa ke sini. Setahu kami Magelang itu hanya Borobudur saja, tetapi belum ke sekitarnya yang ternyata banyak destinasi wisata yang menarik," katanya.

Rombongan wisatawan dari Jepara naik mobil VW dari komunitas VW Wisata Magelang Raya. Rute dimulai dari Taman Kebon Bibit Senopati di Jalan Senopati. Kemudian menuju bungker Belanda yang berada di Cacaban.

Setelah itu, rombongan menuju Museum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Museum Pengabadian Pangeran Diponegoro.

Perjalanan dilanjutkan menuju kelenteng, terus mampir di oleh-oleh Getuk Marem serta terakhir di Kampung Warna Warni Tidar Campur.

Staf Museum BPK Suratno mengatakan Museum BPK mulai ada tahun 1997. Kemudian pada 2016 ada perluasan bangunan dan renovasi museum.

"Kenapa Museum BPK di Kota Magelang. Karena dulu BPK pertama kali ada di Magelang. Koleksi museum berupa perkembangan BPK dari masa ke masa, dari 1947 sampai sekarang," katanya.

Menurut dia, koleksi di museum sekarang banyak dikemas dengan digital, terutama koleksi foto. Pengunjung museum tidak dikenakan biaya masuk atau gratis.

 

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024