Polres Boyolali salurkan bantuan tunai untuk 6.000 penerima
Kamis, 24 Maret 2022 16:43 WIB
Ratusan warga penerima Bantuan Tunai PKL, Warung dan Nelayan (BTPKLWN) proses pemerimaan dana di Mapolres Boyolali, Kamis (24/3/2022). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.
Boyolali (ANTARA) - Polres Boyolali, Jawa Tengah, menyalurkan dana Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan (BTPKLWN) dari pemerintah untuk 6.000 penerima yang terdampak pandemi COVID-19 di wilayah itu.
"Pada penyaluran dana BTPKLWN dengan alokasi sebanyak 6.000 penerima itu, dilakukan secara bertahap untuk menghindari kerumunan dan tetap melaksanakan protokol kesehatan," kata Kepala Polres Boyolali AKBP Asep Mauludin, di sela mengecek kegiatan penyaluran dana BTPKLWN, di Mapolres Boyolali, Kamis.
Menurut Kapolres, kegiatan penyaluran BTPKLWN bersumber dari pemerintah pusat dan Polres Boyolali mendapatkan alokasi sebanyak 6.000 penerima. Warga penerima yang memenuhi persyaratan masing-masing mendapatkan Rp600.000 per orang.
Penerima yang mempunyai profesi sebagai PKL, pedagang warung dan nelayan dari seluruh masyarakat di Boyolali. Penyaluran dana bantuan tunai, pada Kamis ini, merupakan hari yang ketiga dengan realisasinya sudah mencapai 723 penerima.
"Pada Kamis ini, merupakan penyaluran dana bantuan tunai hari ketiga karena dilakukan secara bertahap hingga 6.000 penerima. Realisasi sudah 723 warga yang menerima," kata Kapolres.
Kapolres berharap warga yang menerima dana bantuan tunai tersebut dapat mendorong peningkatan usahanya. Karena, warga penerima mempunyai profesi PKL, warung, dan nelayan yang terdampak karena pandemi.
Miranto (40), warga Desa/Kecamatan Banyudono Boyolali mengatakan dirinya salah satu warga menerima dana bantuan tunai dari pemerintah. Dana bantuan itu, bisa membantu meringankan beban usahanya karena terdampak pandemi.
"Saya berterima kasih ada tambahan dana bantuan dari pemerintah untuk usaha pedagang online. Bantuan tunai Rp600 ribu cukup membantu usaha pedagang online," katanya.
Pada masa pandemi COVID-19, kata dia, keluarga sangat terdampak dan kerja di pabrik juga sering diliburkan. Sehingga usaha pedagang secara online sempat macet tetapi kini sudah mulai jalan lagi.
"Dana bantuan tunai ini, bisa untuk tambahan usahanya sehingga dapat membantu perekonomian," katanya. ***3***
"Pada penyaluran dana BTPKLWN dengan alokasi sebanyak 6.000 penerima itu, dilakukan secara bertahap untuk menghindari kerumunan dan tetap melaksanakan protokol kesehatan," kata Kepala Polres Boyolali AKBP Asep Mauludin, di sela mengecek kegiatan penyaluran dana BTPKLWN, di Mapolres Boyolali, Kamis.
Menurut Kapolres, kegiatan penyaluran BTPKLWN bersumber dari pemerintah pusat dan Polres Boyolali mendapatkan alokasi sebanyak 6.000 penerima. Warga penerima yang memenuhi persyaratan masing-masing mendapatkan Rp600.000 per orang.
Penerima yang mempunyai profesi sebagai PKL, pedagang warung dan nelayan dari seluruh masyarakat di Boyolali. Penyaluran dana bantuan tunai, pada Kamis ini, merupakan hari yang ketiga dengan realisasinya sudah mencapai 723 penerima.
"Pada Kamis ini, merupakan penyaluran dana bantuan tunai hari ketiga karena dilakukan secara bertahap hingga 6.000 penerima. Realisasi sudah 723 warga yang menerima," kata Kapolres.
Kapolres berharap warga yang menerima dana bantuan tunai tersebut dapat mendorong peningkatan usahanya. Karena, warga penerima mempunyai profesi PKL, warung, dan nelayan yang terdampak karena pandemi.
Miranto (40), warga Desa/Kecamatan Banyudono Boyolali mengatakan dirinya salah satu warga menerima dana bantuan tunai dari pemerintah. Dana bantuan itu, bisa membantu meringankan beban usahanya karena terdampak pandemi.
"Saya berterima kasih ada tambahan dana bantuan dari pemerintah untuk usaha pedagang online. Bantuan tunai Rp600 ribu cukup membantu usaha pedagang online," katanya.
Pada masa pandemi COVID-19, kata dia, keluarga sangat terdampak dan kerja di pabrik juga sering diliburkan. Sehingga usaha pedagang secara online sempat macet tetapi kini sudah mulai jalan lagi.
"Dana bantuan tunai ini, bisa untuk tambahan usahanya sehingga dapat membantu perekonomian," katanya. ***3***
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Jateng hadirkan TAC sebagai sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu
13 March 2026 13:03 WIB
Polda Jateng ungkap pabrik mie berformalin kapasitas 1,5 ton perhari di Boyolali
12 March 2026 4:15 WIB
Bupati Boyolali serahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga petani
11 March 2026 21:03 WIB