Semarang (ANTARA) -
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan kolaborasi lintas sektor dana kalangan industri guna mengatasi berbagai persoalan di bidang ketenagakerjaan.

"Kolaborasi inilah yang harus terbangun sehingga bisa berjalan lebih sinergis antara yang dibutuhkan dunia usaha dan yang bisa disiapkan oleh pemerintah," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno di Semarang, Jumat.

Sekda menjelaskan bahwa kompetensi tenaga kerja erat hubungannya dengan kebutuhan dunia usaha sehingga antara tenaga kerja yang dilatih dengan yang dibutuhkan harus terintegrasi.

Untuk mengatasi persoalan kompetensi dan ketenagakerjaan, lanjut dia, tidak bisa secara parsial atau satu institusi, melainkan dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, serta dunia industri.

"Jangan sampai yang dilatih ternyata tidak dibutuhkan di dunia kerja sehingga menjadi sesuatu yang sia-sia dan upaya penyerapan tenaga kerja yang tinggi tidak terwujud," ujarnya.

Menurut Sekda, apa yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia terhadap para calon tenaga kerja sudah tepat, apalagi Provinsi Jateng ditarget pertumbuhan ekonomi sebanyak tujuh persen.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng terus berupaya menarik investor melalui pengembangan kawasan industri di berbagai daerah di provinsi setempat.

"Ini peran penting Kemenaker dalam menyiapkan calon-calon tenaga kerja yang akan bekerja di kawasan industri yang ada di Jateng," katanya.

 

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024