Rumah BUMN jadi solusi UMKM kembangkan bisnis
Kamis, 28 Oktober 2021 15:23 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memantau Rumah BUMN di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, Rabu (27/10/21). ANTARA/HO-Kementerian BUMN
Palembang (ANTARA) - Kementerian BUMN mendorong pengembangan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, melalui Rumah BUMN, yang menjadi solusi pembiayaan hingga pemasaran.
Erick Thohir melalui Staf Khusus Erick Thohir Arya Sinulingga di Muara Dua, Rabu, mengatakan Rumah BUMN ini menjadi wadah UMKM untuk mendapatkan solusi atas beragam persoalan dalam usaha mikro.
“Seperti bagaimana menaikkan omzet dan efisiensi biaya produksi,” kata Arya.
Solusi yang ditawarkan mulai dari pendampingan penjualan secara daring hingga efisiensi biaya pengemasan produk dapat dilakukan Rumah BUMN.
Saat ini, Rumah BUMN yang dinaungi BRI mengelola 322 UMKM dengan produk beragam mulai dari pengolahan makanan hingga fesyen. Melalui Rumah BUMN ini, sebanyak 39 persen UMKM binaan berhasil Go Online.
UMKM binaan Rumah BUMN ini lebih dari 90 persen industri pengolahan makanan, nantinya biaya pengemasan produk dibantu oleh Rumah BUMN, kata dia.
Biasanya kemasan harus beli dari luar kota, sejak ada Rumah BUMN maka UMKM bisa membeli dengan harga yang murah.
Menteri BUMN Erick Thohir berpesan agar Rumah BUMN tidak hanya menjadi tempat yang menjual produk UMKM tapi juga mejadi bagian dari proses produksi.
Nanti kebutuhan UMKM ini bisa dibantu oleh Rumah BUMN. Termasuk pelatihan, BRI menyediakan tempat nanti pelatihan digital marketingnya disediakan oleh Telkom, kata dia.
Solusi yang ditawarkan disambut baik oleh salah satu UMKM binaan Rumah BUMN OKU Selatan, Kopi Ulu Danau.
Edi, pemilik Kopi Ulu Danau mengatakan dirinya sejak lama ingin mengurangi biaya produksi.
Selama ini saya harus beli aluminum foil untuk mengemas kopi dari Bandung, dengan adanya Rumah BUMN ini tentu bisa menekan biaya produksi kami, kata Edi.
Edi juga menjelaskan bahwa Kopi Ulu Danau kini sudah memiliki lebih dari 10 reseller di Sumatera hingga Jawa.
Kemasan saya bisa sebagus ini semuanya karena dibantu Rumah BUMN. Mulai dari desain sampai material, kata dia.
Hingga kini, Kopi Ulu Danau milik Edi bisa menjual lebih dari 1.000-1.500 pcs kopi dengan berat 200 gr per pcs. Dengan produksi tersebut, Edi bisa meraih omset sekitar Rp15 juta per bulan.
Erick Thohir melalui Staf Khusus Erick Thohir Arya Sinulingga di Muara Dua, Rabu, mengatakan Rumah BUMN ini menjadi wadah UMKM untuk mendapatkan solusi atas beragam persoalan dalam usaha mikro.
“Seperti bagaimana menaikkan omzet dan efisiensi biaya produksi,” kata Arya.
Solusi yang ditawarkan mulai dari pendampingan penjualan secara daring hingga efisiensi biaya pengemasan produk dapat dilakukan Rumah BUMN.
Saat ini, Rumah BUMN yang dinaungi BRI mengelola 322 UMKM dengan produk beragam mulai dari pengolahan makanan hingga fesyen. Melalui Rumah BUMN ini, sebanyak 39 persen UMKM binaan berhasil Go Online.
UMKM binaan Rumah BUMN ini lebih dari 90 persen industri pengolahan makanan, nantinya biaya pengemasan produk dibantu oleh Rumah BUMN, kata dia.
Biasanya kemasan harus beli dari luar kota, sejak ada Rumah BUMN maka UMKM bisa membeli dengan harga yang murah.
Menteri BUMN Erick Thohir berpesan agar Rumah BUMN tidak hanya menjadi tempat yang menjual produk UMKM tapi juga mejadi bagian dari proses produksi.
Nanti kebutuhan UMKM ini bisa dibantu oleh Rumah BUMN. Termasuk pelatihan, BRI menyediakan tempat nanti pelatihan digital marketingnya disediakan oleh Telkom, kata dia.
Solusi yang ditawarkan disambut baik oleh salah satu UMKM binaan Rumah BUMN OKU Selatan, Kopi Ulu Danau.
Edi, pemilik Kopi Ulu Danau mengatakan dirinya sejak lama ingin mengurangi biaya produksi.
Selama ini saya harus beli aluminum foil untuk mengemas kopi dari Bandung, dengan adanya Rumah BUMN ini tentu bisa menekan biaya produksi kami, kata Edi.
Edi juga menjelaskan bahwa Kopi Ulu Danau kini sudah memiliki lebih dari 10 reseller di Sumatera hingga Jawa.
Kemasan saya bisa sebagus ini semuanya karena dibantu Rumah BUMN. Mulai dari desain sampai material, kata dia.
Hingga kini, Kopi Ulu Danau milik Edi bisa menjual lebih dari 1.000-1.500 pcs kopi dengan berat 200 gr per pcs. Dengan produksi tersebut, Edi bisa meraih omset sekitar Rp15 juta per bulan.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI angkat Rolly Bakery & Cookies bangkit dari keterpurukan dan go global
12 February 2026 14:16 WIB
Berkat pemberdayaan BRI, Batik Malessa ubah kain perca hingga fashion premium
14 December 2025 11:08 WIB
UMKM tekstil ramah lingkungan asal Bekasi ini terus berkembang bersama BRI
07 November 2025 11:40 WIB