Solo (ANTARA) - Sebanyak delapan mobil listrik yang merupakan hibah dari Yayasan Tahir siap mengantar wisatawan menjelajahi berbagai destinasi wisata di Kota Solo.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pada serah terima mobil listrik di Balai Kota Surakarta, Jumat, mengatakan saat ini operasional kendaraan tersebut masih dalam tahap uji coba.

Dengan keberadaan transportasi khusus untuk wisatawan ini diharapkan bisa mengeksplorasi berbagai destinasi wisata yang ada di Solo.

"Ini sudah kami bikinkan rutenya, tinggal menunggu pelat nomor," katanya.

Ia mengatakan beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi dengan menggunakan alat transportasi tersebut di antaranya wisata Kampung Batik Laweyan dan Kauman.

"Misalnya di Kampung Batik Laweyan juga sudah kami buatkan jalur, selama masih 'trial' ini kami gratiskan dulu. Lihat animo masyarakat seperti apa, ke depan akan kami kenakan tarif," katanya.

Termasuk mengenai penambahan armada, pihaknya juga akan melihat animo masyarakat terlebih dahulu.

"Kami ikut beliau (pemilik Yayasan Tahir), yang pasti ini ramah lingkungan. Bisa dibundling dengan paket wisata yang lain, kami ada sepur kluthuk, ada bus tingkat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemilik Yayasan Tahir Dato Sri Tahir mengatakan pemilihan Solo karena sejak kecil sudah terbiasa dengan daerah tersebut.

"Kebetulan ibu saya berasal dari Solo," katanya.

Ia mengatakan untuk mobil listrik dengan bentuk ikonik tersebut baru disalurkan di Kota Solo. Mengenai kemungkinan penambahan armada produksi China tersebut, akan dilihat bagaimana animo masyarakat.

"Mengikuti Pak Wali, dilihat dulu animo masyarakatnya, kami sih siap (menambah armada)," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan hibah kendaraan yang sama ke daerah lain, akan dilihat terlebih dahulu suksesnya operasional di Solo.

"Nanti kami lihat suksesnya Solo bagaimana. Ini jadi pilot project. Kalau unit yang bentuknya seperti ini baru Solo," katanya.

Sementara itu, nilai bantuan berupa kendaraan dengan kapasitas delapan penumpang tersebut sebesar Rp1,4 miliar.


 

Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024