Klaten (ANTARA) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit meminta pelacakan dan pengetesan kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah secara masif untuk memutus mata rantai penularan virus di daerah itu.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat kunjungan kerja sekaligus melakukan pengarahan Silacak dan Inarisk di Kantor Bupati Klaten di Klaten, Sabtu.

Hadir pula dalam kesempatan itu, antara lain Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV /Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, dan Bupati Klaten Sri Mulyani.

Kapolri Listyo Sigit mengatakan Pemerintah Indonesia terus melakukan evaluasi terkait dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dengan adanya asesmen rutin terhadap kebijakan itu, saat ini pemerintah memberikan kelonggaran-kelonggaran untuk masyarakat dalam beraktivitas.

"Tentunya ini, untuk menilai dan memberikan asesmen terhadap wilayah-wilayah mana yang harus dipertahankan levelnya dan mana yang harus diturunkan," kata dia.

Di satu sisi, kata dia, kelonggaran diberikan pada kegiatan masyarakat seperti di industri-industri orientasi ekspor. Masyarakat yang melakukan kegiatan di pasar, restoral, dan mal juga diberikan kelonggaran.

Di balik kelonggaran yang diberikan pemerintah, kata dia, perlu adanya penekanan aturan terhadap protokol kesehatan.

Ia mengingatkan masyarakat kalau aturan protokol kesehatan tidak dilaksanakan maka laju perkembangan COVID-19 akan kembali muncul.

Oleh karena itu, ia meminta kepada anggota Polri di seluruh Indonesia untuk betul-betul mengawasi, mengingatkan, dan mengedukasi terkait dengan penegakan aturan protokol kesehatan.

"Tolong diikuti agar laju pertumbuhan COVID-19 betul-betul dapat dikendalikan," kata dia.

Baca juga: Ahli: Tak usah pilih-pilih merek, segera vaksinasi COVID-19

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanjo mengatakan ada hal-hal yang harus dilakukan bersama-sama untuk menekan laju penularan COVID-19 di Kabupaten Klaten.

"Masih di atas angka 150 di level 4, kita tekan dengan melaksanakan 'tracing' (pelacakan) kontak erat," katanya.

Baca juga: Anak-anak belum divaksin dilarang masuk tempat wisata di Kota Semarang

Dia menjelaskan jika pelacakan kontak erat dilakukan dengan baik maka akan menurunkan "positivity rate", sesuai harapan, yaitu di bawah 5.

Dengan demikian, katanya, angka kematian akibat COVID-19 juga akan menurun.

Ia mengatakan ada dua hal yang harus dilakukan, yaitu pengetesan dan pelacakan kasus secara masif, selanjutnya pengetesan dan pelacakan harus dipisahkan, mana saja masyarakat yang harus melakukan isolasi terpusat dan mana yang melakukan isolasi mandiri (Isoman).

"Jika dua hal ini dilaksanakan dengan baik maka saya yakin angka penularan di wilayah Klaten akan menurun dengan drastis," kata dia.
 

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2024