Banyumas (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengemukakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di daerah itu telah mencapai 104.266 sasaran dan seluruhnya menggunakan vaksin Sinovac.

"Totalnya 104.266 orang, yang lansia 46.700 orang, petugas publik 45.639, dan sisanya tenaga kesehatan," katanya di Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis sore.

Sadiyanto mengatakan hal itu kepada wartawan di sela mengikuti kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) di Puskesmas Sokaraja II.
Baca juga: Ganjar cek percepatan vaksinasi di Tegal & Brebes
Baca juga: Perlu kreativitas untuk percepat pencapaian target vaksinasi Covid-19

Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Banyumas baru mencapai kisaran 10 persen dari target sekitar 1,1 juta jiwa.

Disinggung mengenai vaksin AstraZeneca, dia mengatakan vaksin tersebut sebenarnya bukan vaksin yang diprogramkan.

"Tetapi ditawarkan, diperuntukkan untuk sasaran-sasaran yang fisiknya lebih kuat, lebih bagus," katanya, menjelaskan.

Terkait dengan upaya untuk mendukung program 1 juta dosis vaksi per hari, Sadiyanto mengatakan pihaknya melaksanakan vaksinasi sesuai dengan dosis vaksin yang diterima Kabupaten Banyumas.

Beberapa hari lalu, kata dia, pihaknya menerima pasokan vaksin sekitar 40.000 dosis dan hingga saat ini telah terpakai sekitar separuhnya.

"Insya Allah pertengahan minggu depan sudah habis. Vaksin kita di-dropping kembali," katanya, menjelaskan.

Menurut dia, kemampuan puskesmas dalam melaksanakan vaksinasi rata-rata 100 dosis per hari.

Oleh karena di Kabupaten Banyumas terdapat 40 puskesma, kata dia, berarti rata-rata dalam sehari bisa mencapai kisaran 4.000 dosis.

Bahkan, lanjut dia, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Banyumas juga dibantu oleh rumah sakit yang ditunjuk oleh dinkes.

"Yang kami siapkan ada 89 fasilitas kesehatan, berupa puskesmas, rumah sakit, dan klinik, tetapi yang sudah melayani baru 63 fasilitas kesehatan, terdiri atas 40 puskesmas dan 23 rumah sakit pemerintah maupun swasta," katanya.

Menurut dia, pihaknya hingga saat ini belum menyelenggarakan vaksinasi secara lantatur (drive thru) karena masih melakukan pendekatan layanan kepada lansia dengan melayani vaksinasi di balai desa setempat.

Saat ditanya mengenai program vaksinasi gotong royong, Sadiyanto mengatakan pihaknya masih menunggu perintah dari Dinkes Provinsi Jawa Tengah.

"Jadi, rumah sakit itu mendaftar sendiri kepada Bio Farma, tetapi nanti Bio Farma meminta melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, kami memberikan rekomendasi," katanya.

Menurut dia, hingga saat ini di Kabupaten Banyumas telah ada 11 rumah sakit dan tiga klinik yang mendaftar ke Bio Farma untuk melaksanakan program vaksinasi gotong royong.

"Ada tiga klinik dan 11 rumah sakit, yang sudah ada suratnya dari Bio Farma disampaikan ke kami, tetapi kami kan tembusan. Itu (surat, red.) ditujukan ke kepala dinas kesehatan provinsi, kami masih tunggu dari provinsi," ujarnya.

Kendati demikian, dia mengakui pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada 11 rumah sakit dan tiga klinik tersebut sejak adanya program vaksinasi.

Dalam kunjungannya di Puskesmas Sokaraja II, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku kagum terhadap pelaksanaan vaksinasi bagi lansia di Kabupaten Banyumas.

Bahkan, kata dia, ada seorang bidan desa bernama Ami yang aktif menyosialisasikan dan mengajak lansia untuk menjalani vaksinasi COVID-19.
Baca juga: Ganjar tertibkan antrean masyarakat di Sentra Vaksinasi Gradhika
 

Pewarta : Sumarwoto
Editor : Antarajateng
Copyright © ANTARA 2024