SCOPE CIMSA UMP rayakan Exchange Fair 2021
Rabu, 19 Mei 2021 13:43 WIB
Exchange Fair merupakan rangkaian aktivitas rutin yang diadakan CIMSA UMP setiap tahunnya dengan maksud untuk mempromosikan program Exchange atau pertukaran pelajar yang diselenggarakan IFMSA. ANTARA/Ist
Semarang (ANTARA) - SCOPE CIMSA UMP sukses merayakan rangkaian aktivitas SCOPE Exchange Fair 2021 dengan menggandeng Naomi Rahmasena sebagai pembicara dan Aura Nirwana sebagai moderator sekaligus LEO (Local Officer on Proffesional Exchange) CIMSA UMP, Sabtu (8/5).
Exchange Fair merupakan rangkaian aktivitas rutin yang diadakan CIMSA UMP setiap tahunnya dengan maksud untuk mempromosikan program Exchange atau pertukaran pelajar yang diselenggarakan IFMSA (International Federation Medical Students Association).
"Dengan adanya promosi yang masif, harapannya bisa meningkatkan antusias mahasiswa kedokteran khususnya agar dapat mengikuti program Exchange yang diselenggarakan oleh IFMSA," kata Anindys Sandra selaku Ketua Panitia.
Dalam kesempatan tersebut, Naomi banyak membagikan pengalamannya selama mengikuti pertukaran pelajar, SCOPE Exchange di Jerman pada 2019 di antaranya mengenai perbedaan yang mencolok dibandingkan negara lain.
Ia mencontohkan, di Jerman jam kerjanya jauh lebih panjang yakni 8 jam, sementara di negara lain hanya berkisar 4 sampai 5 jam kerja, sehingga pada awal-awal ada muncul kekhawatiran dengan lamanya jam kerja tersebut.
"Jujur pas pertama saya kaget begitu tahu harus 8 jam berada di rumah sakit, lama banget. Tapi begitu sudah dijalani, ngerasanya 8 jam masih kurang," kata Naomi.
Terkait bahasa, Naomi mengaku tidak mengalami kendala cukup dengan menguasai bahasa Inggris, sehingga tidak perlu khawatir jika ada kesulitan dengan bahasa ibu mereka, meskipun dalam beberapa departemen ada yang menggunakan bahasa Jerman.
"Tidak usah takut hidup di sana sendiri. Pasti aman jika bisa bahasa Inggris dan yang harus dipastikan, setelah tahu negara yang dituju yakni pastikan kalian menguasai general knowledge kota dan negaranya," kata Naomi yang mencontohkan untuk di Jerman sangat menjunjung tinggi kedisiplinan misal dengan tidak datang terlambat dan sebagainya.
Naomi juga menceritakan perlunya persiapan tidak hanya berkas tetapi juga yang berkaitan dengan pakaian hangat sampai makanan instan karena sangat menbantu saat berada di negara tujuan.
Exchange Fair merupakan rangkaian aktivitas rutin yang diadakan CIMSA UMP setiap tahunnya dengan maksud untuk mempromosikan program Exchange atau pertukaran pelajar yang diselenggarakan IFMSA (International Federation Medical Students Association).
"Dengan adanya promosi yang masif, harapannya bisa meningkatkan antusias mahasiswa kedokteran khususnya agar dapat mengikuti program Exchange yang diselenggarakan oleh IFMSA," kata Anindys Sandra selaku Ketua Panitia.
Dalam kesempatan tersebut, Naomi banyak membagikan pengalamannya selama mengikuti pertukaran pelajar, SCOPE Exchange di Jerman pada 2019 di antaranya mengenai perbedaan yang mencolok dibandingkan negara lain.
Ia mencontohkan, di Jerman jam kerjanya jauh lebih panjang yakni 8 jam, sementara di negara lain hanya berkisar 4 sampai 5 jam kerja, sehingga pada awal-awal ada muncul kekhawatiran dengan lamanya jam kerja tersebut.
"Jujur pas pertama saya kaget begitu tahu harus 8 jam berada di rumah sakit, lama banget. Tapi begitu sudah dijalani, ngerasanya 8 jam masih kurang," kata Naomi.
Terkait bahasa, Naomi mengaku tidak mengalami kendala cukup dengan menguasai bahasa Inggris, sehingga tidak perlu khawatir jika ada kesulitan dengan bahasa ibu mereka, meskipun dalam beberapa departemen ada yang menggunakan bahasa Jerman.
"Tidak usah takut hidup di sana sendiri. Pasti aman jika bisa bahasa Inggris dan yang harus dipastikan, setelah tahu negara yang dituju yakni pastikan kalian menguasai general knowledge kota dan negaranya," kata Naomi yang mencontohkan untuk di Jerman sangat menjunjung tinggi kedisiplinan misal dengan tidak datang terlambat dan sebagainya.
Naomi juga menceritakan perlunya persiapan tidak hanya berkas tetapi juga yang berkaitan dengan pakaian hangat sampai makanan instan karena sangat menbantu saat berada di negara tujuan.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa PBSI UMS ikuti pertukaran di UM Sabah untuk perluas wawasan global
29 October 2025 21:19 WIB
Mahasiswa ISI Solo ikuti pertukaran pelajar program Asian Insternational Mobility for Student (AIMS) 2025
17 September 2025 18:44 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
KKN MMK Posko 3 UIN Walisongo gelar aksi ekologi, tanam ratusan bibit di Curug Sedandang Gunung Setlerep
17 February 2026 6:10 WIB
Prof A. Umar tekankan kepemimpinan visioner untuk selamatkan madrasah dari ketertinggalan
16 February 2026 5:43 WIB
Tak cukup niat baik, Prof Fahrurrozi serukan tata kelola profesional di lembaga islam
15 February 2026 17:44 WIB
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
15 February 2026 17:31 WIB
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB