Temanggung (ANTARA) - Kerugian akibat kejadian bencana alam di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, selama Januari hingga awal April 2021 mencapai Rp4,2 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei di Temanggung, Rabu, mengatakan kerugian paling besar terjadi pada bencana tanah longsor sebesar Rp3,2 miliar, kemudian kebakaran rumah Rp309 juta, dan banjir Rp289 juta.

"Kejadian bencana alam pada Januari sampai dengan awal April 2021 memang ada peningkatan dibanding periode Januari-April 2020, terutama kejadian banjir dan tanah longsor," katanya.

Baca juga: Potensi kerugian padi puso di Kudus akibat banjir capai Rp20 miliar

Ia menyebutkan bencana tanah longsor pada Januari-awal April 2021 ada 106 kejadian dan bencana banjir terjadi di 8 lokasi. Sedangkan bencana longsor pada Januari-April 2020 ada 90 kejadian dan banjir ada 6 kejadian.

Menurut dia, banjir terjadi di beberapa titik di Temanggung karena kondisi drainase sudah tidak muat, antara lain dipicu banyak sedimen atau endapan.

Dwi mengatakan anggaran yang disiapkan untuk penanganan bencana 2021 melalui belanja tidak tetap sekitar Rp1,9 miliar.

"Rencana kami membangun talud maupun irigasi dan jalan yang rusak terdampak banjir maupun tanah longsor. Dana sebesar Rp1,9 miliar tidak akan dihabiskan karena untuk mencukupi sampai akhir tahun," katanya.

Dwi menyampaikan berdasarkan prakiraan cuaca di Temanggung sampai April ini masih terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir, angin kencang maupun longsor.

Baca juga: BPBD Kabupaten Cilacap mulai mendata kerugian akibat banjir
Baca juga: Petambak Cilacap rugi miliaran rupiah akibat rob
 

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024