Pendapatan UMKM di kawasan objek wisata Jepara belum pulih
Kamis, 24 Desember 2020 5:07 WIB
Pedagang tengah menunggu pembeli di kawasan Pantai Kartini Jepara, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - Sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang membuka usaha di kawasan objek wisata di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengakui pemasukannya selama masa pandemi COVID-19 belum pulih, menyusul masih tingginya kasus virus corona sehingga berdampak pada kebijakan pembukaan kawasan wisata.
"Hingga kini, kawasan wisata Pantai Kartini Jepara masih ditutup pada hari kerja mulai senin hingga jumat, sedangkan sabtu dan minggu dibuka dengan penerapan protokol kesehatan ketat," kata pedagang makanan dan minuman di objek wisata Pantai Kartini Mahmudah di Jepara, Rabu.
Meskipun pada hari kerja ditutup, kata dia, memang masih ada pengunjung, namun tidak banyak. Wisatawan yang mampir beli makanan maupun minuman yang dijajakannya juga tidak banyak.
Akibatnya pemasukannya sangat minim berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per harinya, ketika ramai sedangkan saat sepi bisa juga nihil. Dibandingkan masa sebelum pandemi sangat jauh karena per harinya saat normal bisa mencapai Rp1 juta lebih.
Ia berharap ada kebijakan khusus untuk pedagang kecil seperti dirinya, terutama kesempatan masyarakat berkunjung ke objek wisata tetap dibuka dengan atruan protokol kesehatan secara ketat.
"Menjelang perayaan tahun baru saya ibaratkan saat musim panennya para pedagang kecil. Jika sampai ditutup, sudah pasti tidak ada pemasukan karena saat sekarang saja pemasukannya tidak menentu," ujarnya.
Untuk beralih profesi, kata dia, juga tidak mudah karena sudah lama berjualan di kawasan wisata Pantai Kartini Jepara. Sedangkan banyaknya bantuan dari pemerintah juga belum sampai dirasakan karena belum ada bantuan didapatkan hingga sekarang.
Eko Suprianto, salah satu penyedia jasa foto di Pantai Kartini juga membenarkan bahwa dirinya yang masuk kategori tidak mampu dan penghasilannya saat ini terdampak pandemi juga belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, termasuk bantuan langsung tunai (BLT) dana desa juga tidak mendapatkan.
"Padahal, saya juga belum memiliki rumah sendiri dan harus menghidupi keluarga dengan hanya mengandalkan jasa foto," ujarnya.
Meskipun Pantai Kartini ditutup, dia bersyukur masih ada yang memanfaatkan jasanya sehingga setiap hari masih bisa mendapatkan pemasukan antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Jumlah pemasukan tersebut, diakui sangat sedikit jika dibandingkan sebelum pandemi bisa mencapai Rp500 ribu per harinya.
Ia bersyukur karena objek wisata Pantai Kartini tidak ditutup total seperti pada Maret-Juni 2020 sehingga sama sekali tidak ada pemasukan. Sedangkan saat ini, meskipun ditutup pengunjung masih bisa masuk ke kawasan wisata sehingga masih ada peluang mendapatkan pemasukan.
"Harapannya, menjelang tahun baru tetap dibuka dengan pengawasan ketat agar tidak ada yang melanggar protokol kesehatan. Pemulihan kesehatan juga harus diimbangi dengan pemulihan ekonomi sehingga tidak ada yang kesulitan keuangan di tengah masa sulit seperti ini," ujarnya.
Meskipun masa pandemi, ternyata peminat wisatawan berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Jepara masih tergolong tinggi. Hal itu, bisa dilihat di Pantai Kartini Jepara maupun Pantai Bandengan Jepara masih banyak pengunjungnya.
Ketika tidak ada pengawasan ketat, berpotensi banyak wisatawan yang mengabaikan protokol kesehatan karena masih dijumpai pengunjung yang tidak membawa masker.
"Hingga kini, kawasan wisata Pantai Kartini Jepara masih ditutup pada hari kerja mulai senin hingga jumat, sedangkan sabtu dan minggu dibuka dengan penerapan protokol kesehatan ketat," kata pedagang makanan dan minuman di objek wisata Pantai Kartini Mahmudah di Jepara, Rabu.
Meskipun pada hari kerja ditutup, kata dia, memang masih ada pengunjung, namun tidak banyak. Wisatawan yang mampir beli makanan maupun minuman yang dijajakannya juga tidak banyak.
Akibatnya pemasukannya sangat minim berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per harinya, ketika ramai sedangkan saat sepi bisa juga nihil. Dibandingkan masa sebelum pandemi sangat jauh karena per harinya saat normal bisa mencapai Rp1 juta lebih.
Ia berharap ada kebijakan khusus untuk pedagang kecil seperti dirinya, terutama kesempatan masyarakat berkunjung ke objek wisata tetap dibuka dengan atruan protokol kesehatan secara ketat.
"Menjelang perayaan tahun baru saya ibaratkan saat musim panennya para pedagang kecil. Jika sampai ditutup, sudah pasti tidak ada pemasukan karena saat sekarang saja pemasukannya tidak menentu," ujarnya.
Untuk beralih profesi, kata dia, juga tidak mudah karena sudah lama berjualan di kawasan wisata Pantai Kartini Jepara. Sedangkan banyaknya bantuan dari pemerintah juga belum sampai dirasakan karena belum ada bantuan didapatkan hingga sekarang.
Eko Suprianto, salah satu penyedia jasa foto di Pantai Kartini juga membenarkan bahwa dirinya yang masuk kategori tidak mampu dan penghasilannya saat ini terdampak pandemi juga belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, termasuk bantuan langsung tunai (BLT) dana desa juga tidak mendapatkan.
"Padahal, saya juga belum memiliki rumah sendiri dan harus menghidupi keluarga dengan hanya mengandalkan jasa foto," ujarnya.
Meskipun Pantai Kartini ditutup, dia bersyukur masih ada yang memanfaatkan jasanya sehingga setiap hari masih bisa mendapatkan pemasukan antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
Jumlah pemasukan tersebut, diakui sangat sedikit jika dibandingkan sebelum pandemi bisa mencapai Rp500 ribu per harinya.
Ia bersyukur karena objek wisata Pantai Kartini tidak ditutup total seperti pada Maret-Juni 2020 sehingga sama sekali tidak ada pemasukan. Sedangkan saat ini, meskipun ditutup pengunjung masih bisa masuk ke kawasan wisata sehingga masih ada peluang mendapatkan pemasukan.
"Harapannya, menjelang tahun baru tetap dibuka dengan pengawasan ketat agar tidak ada yang melanggar protokol kesehatan. Pemulihan kesehatan juga harus diimbangi dengan pemulihan ekonomi sehingga tidak ada yang kesulitan keuangan di tengah masa sulit seperti ini," ujarnya.
Meskipun masa pandemi, ternyata peminat wisatawan berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Jepara masih tergolong tinggi. Hal itu, bisa dilihat di Pantai Kartini Jepara maupun Pantai Bandengan Jepara masih banyak pengunjungnya.
Ketika tidak ada pengawasan ketat, berpotensi banyak wisatawan yang mengabaikan protokol kesehatan karena masih dijumpai pengunjung yang tidak membawa masker.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pekalongan gandeng 20 SPPG suplai 300 porsi makanan untuk pengungsi
20 January 2026 11:45 WIB
DLH Boyolali beri Abhinawa Anugraha untuk para pengelola lingkungan hidup
16 December 2025 11:45 WIB
Indonesia raih enam medali emas pada Polytron Indonesia Para Badminton International 2025
02 November 2025 17:28 WIB
Tim Indonesia berpeluang raih banyak medali pada Polytron Indonesia Para Badminton Internasional
01 November 2025 17:34 WIB
Atlet Indonesia rasakan ketatnya persaingan Polytron Indonesia Para Badminton International 2025
31 October 2025 17:59 WIB
Solo jadi tempat penyelenggaraan kompetisi Para Badminton Internasional 2025
22 October 2025 18:59 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB