Paus biru usia 70 tahun terdampar dan mati di pesisir Kupang
Rabu, 22 Juli 2020 8:18 WIB
Seekor paus biru terdampar dan mati di pesisir pantai Kupang, Selasa (21/7). ANTARA/HO
Kupang (ANTARA) - Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang melaporkan bahwa seekor paus biru terdampar dan mati di pesisir Pantai Nunhila, Kota Kupang, Ibu Kota Nusa Tenggara Timur.
"Paus itu diperkirakan usianya mencapai 70 tahunan, dan matinya juga belum diketahui karena memang tak ditemukan adanya luka di tubuh paus itu," kata Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji kepada wartawan di Kupang, Selasa malam.
Pantauan ANTARA, terdampar dan matinya ikan paus di pesisir pantai Nunhila, diperkirakan pada Selasa sekitar pukul 17.00 Wita itu menjadi tontonan warga dan justru mengakibatkan jalanan macet sepanjang lima kilometer akibat banyak warga yang berhenti di pinggir jalan.
Warga tak hanya menyaksikan paus tersebut dari pinggir jalan, beberapa warga juga justru sampai turun ke pantai untuk menyaksikan secara dekat dan mengabadikan momen itu, karena memang air laut pada saat itu sedang pasang surut.
Ia mengatakan bahwa paus biru yang terdampar dan mati itu merupakan paus langka dan dilindungi oleh undang-undang sehingga tak boleh ada yang memotong untuk mengambil dagingnya.
Pihaknya sudah melakukan pengukuran dan dari hasil pengukuran itu diketahui panjang paus biru tersebut mencapai 20 meter sementara lingkar perutnya mencapai 12 meter.
Ikram menambahkan bahwa saat ini paus tersebut masih berada di pesisir laut dan sulit untuk dievakuasi karena laut dalam kondisi surut.
"Malam ini tak bisa evakuasi, jadi besok baru dievakuasi menunggu air laut pasang. Jadi kemungkinan sekitar pukul 10.00 Wita akan dievakuasi ke pesisir," ujar dia.
Tim gabungan, kata dia, juga akan membelah perut dari paus biru tersebut untuk mengecek apakah ada sampah di dalam perutnya atau tidak.
Baca juga: Nelayan Cilacap evakuasi paus terdampar di sungai
"Paus itu diperkirakan usianya mencapai 70 tahunan, dan matinya juga belum diketahui karena memang tak ditemukan adanya luka di tubuh paus itu," kata Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji kepada wartawan di Kupang, Selasa malam.
Pantauan ANTARA, terdampar dan matinya ikan paus di pesisir pantai Nunhila, diperkirakan pada Selasa sekitar pukul 17.00 Wita itu menjadi tontonan warga dan justru mengakibatkan jalanan macet sepanjang lima kilometer akibat banyak warga yang berhenti di pinggir jalan.
Warga tak hanya menyaksikan paus tersebut dari pinggir jalan, beberapa warga juga justru sampai turun ke pantai untuk menyaksikan secara dekat dan mengabadikan momen itu, karena memang air laut pada saat itu sedang pasang surut.
Ia mengatakan bahwa paus biru yang terdampar dan mati itu merupakan paus langka dan dilindungi oleh undang-undang sehingga tak boleh ada yang memotong untuk mengambil dagingnya.
Pihaknya sudah melakukan pengukuran dan dari hasil pengukuran itu diketahui panjang paus biru tersebut mencapai 20 meter sementara lingkar perutnya mencapai 12 meter.
Ikram menambahkan bahwa saat ini paus tersebut masih berada di pesisir laut dan sulit untuk dievakuasi karena laut dalam kondisi surut.
"Malam ini tak bisa evakuasi, jadi besok baru dievakuasi menunggu air laut pasang. Jadi kemungkinan sekitar pukul 10.00 Wita akan dievakuasi ke pesisir," ujar dia.
Tim gabungan, kata dia, juga akan membelah perut dari paus biru tersebut untuk mengecek apakah ada sampah di dalam perutnya atau tidak.
Baca juga: Nelayan Cilacap evakuasi paus terdampar di sungai
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kontingen DKI Jakarta jadikan PON Bela Diri sebagai ajang pemanasan PON 2028
14 October 2025 14:17 WIB
Pemkab Flotim sampaikan terima kasih bantuan LKBN ANTARA bagi korban erupsi
01 December 2024 16:34 WIB, 2024
Terpopuler - Unik
Lihat Juga
Dinkes: 658 orang di Kabupaten Grobogan diduga terdampak keracunan MBG di sejumlah sekolah
11 January 2026 20:48 WIB
Gubernur Jateng: Kenaikan harga komoditas di pasar menjelang Natal masih wajar
08 December 2025 21:19 WIB
Kwarcab Banyumas catatkan rekor MURI melalui pelantikan Pramuka Garuda Cinta Bangga Paham Rupiah
24 November 2025 13:30 WIB
Kirab Merah Putih 1.945 meter warnai peringatan Hari Pahlawan di Semarang
10 November 2025 16:55 WIB