Pemkot Semarang gratiskan 41 sekolah swasta
Jumat, 17 Januari 2020 21:52 WIB
Ilustrasi - Siswa sekolah dasar sedang belajar. (ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)
Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menggratiskan 41 sekolah swasta di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut untuk tahun ajaran 2020/2021.
Menurut wali kota di Semarang, Jumat, 41 sekolah yang digratiskan tersebut merupakan tahap pertama dari program sekolah swasta gratis.
41 sekolah tersebut terbagi atas 7 TK, 14 SD dan 20 SMP.
Hendrar Prihadi menjelaskan sekolah swasta gratis ini merupakan terobosan setelah sebelumnya program gratis biaya pendidikan untuk sekolah negeri.
Ia menuturkan program sekolah gratis ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
"Yang kurang mampu bisa memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan," katanya.
Selain sekolah swasta gratis, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan ribuan beasiswa bagi siswa sekolah negeri maupun swasta mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Beasiswa ini nantinya difokuskan untuk siswa berprestasi dari keluarga miskin.
Menurut wali kota di Semarang, Jumat, 41 sekolah yang digratiskan tersebut merupakan tahap pertama dari program sekolah swasta gratis.
41 sekolah tersebut terbagi atas 7 TK, 14 SD dan 20 SMP.
Hendrar Prihadi menjelaskan sekolah swasta gratis ini merupakan terobosan setelah sebelumnya program gratis biaya pendidikan untuk sekolah negeri.
Ia menuturkan program sekolah gratis ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.
"Yang kurang mampu bisa memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan," katanya.
Selain sekolah swasta gratis, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan ribuan beasiswa bagi siswa sekolah negeri maupun swasta mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Beasiswa ini nantinya difokuskan untuk siswa berprestasi dari keluarga miskin.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus targetkan naik peringkat sebagai Kota Layak Anak kategori Madya
14 February 2026 15:43 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
18 jam lalu
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB
Prof. Ali Imron: Hukum Perdata Islam harus hidup berdialog dengan realitas sosial
15 February 2026 9:44 WIB
Teologi Digital Wasathiyyah, Prof. Mudhofi menawarkan jalan tengah hadapi AI dan polarisasi keagamaan
15 February 2026 9:22 WIB