Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Tengah terus berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan melalui sejumlah upaya salah satunya di sektor ekonomi serta akses dalam pembangunan dengan terlibat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela acara Peringatan Hari Ibu ke-91 di Kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu yang juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti.

"Pemberdayaan yang perlu dilakukan, berangkat dari potensi. Contohnya untuk kelompok yang telah mempunyai bakat dan potensi yang bisa dikembangkan, maka tinggal difasilitasi," kata Ganjar.

Di sektor ekonomi, lanjut Ganjar biasanya ada tiga hal yang diinginkan para kelompok perempuan pelaku usaha yakni pengembangan ketrampilan dengan pelatihan, kemudahan akses modal, dan pendampingan agar memiliki nilai jual tinggi, sehingga pendapatannya lebih meningkat.

"Itu kenapa Bank Jateng membuat suku bunga rendah, tanpa jaminan, dan tanpa biaya yang tujuannya adalah menghindarkan mereka dari rentenir dan mudah mendapatkan akses modal," kata Ganjar.

Selain ekonomi, lanjut Ganjar, hal lain yang terus dilakukan adalah terus melahirkan para sumber daya manusia (SDM) unggul yang diawali dengan mempersiapkan anak-anak yang terhindar dari paham radikalisme, pornografi, dan narkoba.

"Contoh konkritnya adalah dengan adanya SMK Jateng. Mereka mendapatkan akses pendidikan dan setelah mereka berhasil, banyak yang menyampaikan kalau bisa membayarkan hutang dan mengambil kredit rumah untuk orang tuanya, karena sebelumnya tidak memiliki rumah," kata Ganjar.

Pemberian akses untuk perempuan, tambah Ganjar adalah melalui keterlibatan bagi para kelompok perempuan dan anak serta kaum disabilitas dalam musyawarah perencanaan pembangunan.

Puncak peringatan Hari Ibu ke 91 dilaksanakan di Kota Lama Semarang, Minggu, 22 Desember 2019 yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo. (Kom)
Baca juga: Psikolog: Hari Ibu momentum perkuat pendidikan karakter anak
Baca juga: Tantangan ibu lebih berat pada era digital

Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026